

Bupati Keerom, Piter Gusbager saat meninjau puing-puing rumah yang terdampak musibah angin puting beliung di Kampung Niliti, Distrik Towe, Kamis (18/9). (foto:Erianto / Cepos)
Juga Mengecek Persoalan Perbatasan
KEEROM – Bupati Keerom, Piter Gusbager langsung mengunjungi Kampung Niliti, Distrik Towe untuk melihat kondisi masyarakat yang terkena musibah angin puting beliung.
Bupati Gusbager butuh perjuangan penuh untuk bisa tiba di Kampung Niliti, kampung terjauh yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea (PNG).
Dari Kantor Bupati, butuh waktu 20 jam perjalanan untuk bisa sampai ke Kampung Niliti. 12 jam menggunakan kendaraan roda 4 dan 8 jam menggunakan perahu panjang.
Bahkan Bupati dua periode ini pun terpaksa bermalam dan tidur semalaman dengan masyarakat di sebuah gubuk hutan yang hanya beralaskan nibun dan papan demi menjangkau masyarakat Kampung Neliti.
Menariknya, Bupati Gusbager dalam kunjungan ini tanpa protokol dan pengawalan. Sekaligus menandakan bahwa Kabupaten Keerom benar-benar aman dan damai.
Kehadiran Bupati Gusbager di Kampung Neliti disambut penuh antusias oleh masyarakat. Sekaligus menjadi sejarah baru, Piter Gusbager merupakan Bupati Keerom pertama yang menginjakkan kaki di kampung itu.
Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu melihat secara dekat puing-puing rumah warga yang habis dirusak oleh angin puting beliung. Setidaknya ada belasan rumah warga yang rusak parah.
“Saya hadir langsung untuk melihat kondisi masyarakat di sini (Kampung Neliti), saya dapat kabar bahwa banyak rumah warga yang rusak akibat bencana angin puting beliung. Makanya saya hadir,” ungkap Bupati Gusbager kepada Cenderawasih Pos, Kamis (18/9).
Bupati Gusbager memberikan langsung bantuan kepada masyarakat yang mengalami musibah. Bahkan Bupati Gusbager juga akan membantu pembangunan kampung dengan menyiapkan rumah-rumah warga.
Page: 1 2
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…