

Para tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di RSUD Biak melakukan aksi di pelataran Gedung IGD RSUD Biak, Senin (11/11) kemarin. (foto:Ismail/Cenderawasih Pos)
Sekda Biak Sebut Aspirasi Telah Dibahas dalam Raperda Perubahan APBD
BIAK– Puluhan dokter dan tenaga kesehatan di RSUD Biak Numfor menggelar aksi damai di pelataran Gedung IGD RSUD Biak Senin (11/11) kemarin.
Para Nakes menuntut pembayaran insentif yang telah tertunggak selama 11 bulan sejak Desember 2023 hingga Oktober 2024. Aksi ini menyebabkan layanan pasien rawat jalan sementara dihentikan, sementara pelayanan darurat dan rawat inap tetap berlangsung. Mereka mendesak agar pemerintah daerah segera memenuhi kewajiban untuk melunasi insentif yang belum terbayarkan.
Menurut perwakilan Forum Nakes RSUD, tuntutan ini mencakup tunjangan kelangkaan profesi serta beban dan risiko kerja yang seharusnya diterima dokter dan tenaga kesehatan lainnya di RSUD Biak Numfor.
“Kami sudah berkomunikasi berkali-kali dengan PJ Bupati Biak dan DPRD Biak Numfor mengenai pembayaran ini, mulai dari April, Juni, September, hingga Oktober 2024,” ungkap perwakilan Forum Nakes RSUD dr. Gerard A. Juswanto Sp.N,M.Kes,SH,Sht. “Sudah ada kesepakatan untuk melunasi tunggakan ini, namun hingga kini belum ada kejelasan kapan insentif akan dibayarkan.” Tambahnya.
Page: 1 2
Dalam putusannya, MK mewajibkan adanya informasi yang jelas dan benar mengenai label warna serta simbol…
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani sebelumnya menjelaskan, pemenuhan ratusan…
Anggota Komisi II DPRP dari Daerah Pemilihan (Dapil) Biak Numfor dan Supiori, Johanes Wakum, menyatakan…
Jika betul tak masuk skema Persipura maka bisa dibilang Muller adalah orang kedua yang didepak…
Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Cenderawasih, Yakobus Richard, mengatakan evaluasi terhadap kinerja kepala…
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri penggunaan anggaran perjalanan dinas yang selama periode tersebut mencapai Rp44,23…