

FY, pelaku penyiram dan pembakar seorang wanita di Sorong diamankan Tim Opsnal Polresta Sorong, Rabu (25/1) kemarin. Ia mengaku menyiram dan membakar karena menganggap korban adalah pelaku penculikan anak.
JAYAPURA – Polisi Polresta Sorong Kota bergerak cepat mencari pelaku penyiram dan pembakar seorang wanita bernama Wa Gesuti di Kompleks Kokoda, Kabupaten Sorong, Selasa (24/1).
Hasilnya, seorang pemuda berinisial FY (25) diciduk tim Opsnal Polresta Sorong Rabu (25/1) pagi. FY tak berkutik saat didatangi polisi dan saat itu ia sedang tertidur di rumah salah satu keluarganya.
“Tadi pagi jam 5 sudah kami tangkap. Dia (FY) juga sudah mengakui semua perbuatannya,” kata Kapolresta Sorong Kota, Kombes Happy Perdana Yudianto.
Dari hasil pemeriksaan awal ini FY mengaku menyiramkan pertalite ke tubuh korban kemudian menyulutkan korek dan api langsung membakar korban. Pengakuan FY dari hasil penyidikan diketahui ia menyiram dan membakar korban lantaran kesal karena menganggap korban adalah pelaku penculikan anak.
“Jadi pengakuannya ya karena ia sudah menganggap bahwa korban ini adalah pelaku. Padahal belum terbukti jika korban adalah pelaku penculikan anak. Selain itu korban juga tinggal sendiri dan tak ada keluarganya di Sorong,” bebernya.
Untuk jenasah korban sendiri kata Happy pihak dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara telah mengirimkan jenasah ke kampung halamannya di Muna, Buton.
“Sekali lagi kami minta jangan main hakim sendiri dan jika ada kecurigaan segera lapor untuk kami sikapi. Bukan dengan pukul dan menghakimi sendiri,” tegas Happy.(ade/gin)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…