Categories: LINTAS PAPUA

KEP Himpun Masukan Terkait Pelaksanaan MBG di Kota Sorong

SORONG – Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua (KEP) menghimpun masukan atau aspirasi dari pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sorong guna memastikan pelaksanaannya berjalan optimal.

Anggota KEP Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw, di Sorong, Senin, mengatakan penyerapan aspirasi terkait pelaksanaan Program MBG itu dilakukan saat melakukan kunjungan ke SMA Negeri 2 Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin.

“Hal ini perlu dilakukan mengingat Program MBG ini sangat membantu anak-anak sekolah, khususnya yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Ini bukan hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi solusi yang sangat diharapkan oleh anak-anak,” kata Waterpauw.

Dia menegaskan, MBG merupakan kebijakan pemerintah, yang dapat mendukung program pembangunan di Papua secara berkelanjutan, terutama di sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, dia menyebutkan bahwa implementasi jumlah dapur MBG di Papua, masih perlu terus ditingkatkan. Dari target nasional sebanyak 2.519 dapur MBG di seluruh Tanah Papua, hingga kini baru terealisasi sekitar 179 dapur.

Menurut dia, kondisi geografis, jarak antarsekolah, serta tantangan alam menjadi sejumlah faktor yang mempengaruhi percepatan pelaksanaan program di wilayah Papua. “Masih ada upaya yang harus kita pacu. Kami akan mengolah data dan masukan dari daerah untuk dibahas bersama Kepala MBG di pusat agar target dapat tercapai,” ujarnya.

Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau mengatakan, hasil peninjauan langsung menunjukkan penyajian MBG di SMA Negeri 2 Kota Sorong sejauh ini berjalan baik dan tidak mengalami kendala berarti.

Namun demikian, ia mencatat adanya evaluasi terkait kualitas buah-buahan yang disajikan, yang sebagian dinilai kurang layak konsumsi akibat distribusi jarak jauh. “Secara umum tidak ada kendala. Hanya saja terkait buah yang sudah tidak bisa dikonsumsi, itu menjadi perhatian kami ke depan,” kata Ahmad Nausrau.

Ia menambahkan, penyajian pangan lokal di Kota Sorong masih menghadapi tantangan karena belum terbiasa dikonsumsi oleh sebagian siswa, berbeda dengan beberapa daerah lain seperti Sorong Selatan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

5 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

5 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

6 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

6 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

7 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

7 hours ago