Ronaldy juga menegaskan bahwa program nikah massal dan layanan “jemput bola” ke kampung-kampung tetap menjadi prioritas. Dalam layanan jemput bola tersebut, seluruh layanan pencatatan sipil akan dibawa langsung ke masyarakat, termasuk bagi mereka yang sudah menikah secara agama namun belum tercatat secara resmi di Dukcapil.
“Kalau ada yang belum menikah secara capil, tapi sudah menikah agama, saat itu juga akan langsung kami proses. Namun, kalau belum menikah secara agama, tentu harus dilakukan dulu pernikahan agamanya,” tambahnya.
Program ini diharapkan dapat mempercepat legalitas pernikahan masyarakat dan memastikan hak-hak administrasi mereka terpenuhi dengan baik.(roy).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kebijakan tersebut tertuang dalam Permenkomdigi Nomor 2 Tahun 2026 yang merupakan petunjuk teknis pelaksanaan dari…
Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin ketahanan energi Indonesia hanya bergantung pada cadangan jangka…
Menurut Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) itu, status siaga 1 TNI yang…
Terkait dengan THR, Pemerintah Kabupaten Keerom telah menyiapkan dana yang cukup besar, yakni mencapai Rp18…
Sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah, Bupati mengumumkan total anggaran sebesar Rp 2 miliar yang dialokasikan…
Pulau kecil ini menjadi saksi awal masuknya Injil di wilayah Tabi—yang meliputi Jayapura, Sarmi, dan…