Dirinya mengharapkan jika di bulan Juni nati festival itu terjadi maka Ia harapkan Anak-anak muda mengambil peran penting didalamnya. “Saya ingin Anak-anak mudah nanti mengambil peran penting dalam kegiatan itu nanti untuk menunjukan hasil karya-karyanya kepada orang banyak,” harapannya.
Kemudian Ia membandingkan jembatan tersebut pada tempo dulu saat jembatan masih barunya, banyak pengunnung dan bahakan sempat viral sebagai destinasi wisata baru bagi warga kota Jayapura dan sekitarnya, tetapi sekarang, kata Feliks justru berbanding terbalik.
Terkait dengan kondisi tersebut Feliks menyampaikan bahwa kurangnya perhatian dan penegasan dari pemerintah sehingga orang-orang yang tidak bertangungjawab membuang sampah sembarangan tempat, merusakan fasilitasi didalamnya termasuk toilet umum dan lain-lain.
Ia pun mengharapkan pemerintah melalui dinas terkaitnya bisa mengatasi masalah tersebut, agar masayarakat bisa kembali mengunjungi Kampung Nelayan Hamadi dengan nyaman. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Maruli Simanjuntak, dan KSAL Muhammad…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi, memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers yang…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Belum lagi, ”dibantai” penguji saat sidang skripsi. Hal itu membuatnya enggan membuat skripsi. Gayung bersambut,…