Dirinya mengharapkan jika di bulan Juni nati festival itu terjadi maka Ia harapkan Anak-anak muda mengambil peran penting didalamnya. “Saya ingin Anak-anak mudah nanti mengambil peran penting dalam kegiatan itu nanti untuk menunjukan hasil karya-karyanya kepada orang banyak,” harapannya.
Kemudian Ia membandingkan jembatan tersebut pada tempo dulu saat jembatan masih barunya, banyak pengunnung dan bahakan sempat viral sebagai destinasi wisata baru bagi warga kota Jayapura dan sekitarnya, tetapi sekarang, kata Feliks justru berbanding terbalik.
Terkait dengan kondisi tersebut Feliks menyampaikan bahwa kurangnya perhatian dan penegasan dari pemerintah sehingga orang-orang yang tidak bertangungjawab membuang sampah sembarangan tempat, merusakan fasilitasi didalamnya termasuk toilet umum dan lain-lain.
Ia pun mengharapkan pemerintah melalui dinas terkaitnya bisa mengatasi masalah tersebut, agar masayarakat bisa kembali mengunjungi Kampung Nelayan Hamadi dengan nyaman. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Wamendes menyebut, kunjungannya ke Titik Nol Indonesia paling timur tersebut sebagai bentuk penengasan komitmen pemerintah…
Menurut Bobby, pelaksanaan turnamen ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat karena menjadi ruang positif bagi…
Aksi tawuran antar pelajar ini diduga turut melibatkan siswa dari sekolah lain yang berada di…
Akademisi Hukum Tata Negara Lily Bauw berpendapat bahwa tidak terbukanya draf mengenai Pasal 50B ayat…
Kapolres Leonardo Yoga mengatakan tanam raya ini bukan sekadar menanam benih jagung, tetapi menjadi simbol…
Ia menjelaskan, dari total 14 kampung yang ada di Kota Jayapura, saat ini sudah lima…