Dirinya mengharapkan jika di bulan Juni nati festival itu terjadi maka Ia harapkan Anak-anak muda mengambil peran penting didalamnya. “Saya ingin Anak-anak mudah nanti mengambil peran penting dalam kegiatan itu nanti untuk menunjukan hasil karya-karyanya kepada orang banyak,” harapannya.
Kemudian Ia membandingkan jembatan tersebut pada tempo dulu saat jembatan masih barunya, banyak pengunnung dan bahakan sempat viral sebagai destinasi wisata baru bagi warga kota Jayapura dan sekitarnya, tetapi sekarang, kata Feliks justru berbanding terbalik.
Terkait dengan kondisi tersebut Feliks menyampaikan bahwa kurangnya perhatian dan penegasan dari pemerintah sehingga orang-orang yang tidak bertangungjawab membuang sampah sembarangan tempat, merusakan fasilitasi didalamnya termasuk toilet umum dan lain-lain.
Ia pun mengharapkan pemerintah melalui dinas terkaitnya bisa mengatasi masalah tersebut, agar masayarakat bisa kembali mengunjungi Kampung Nelayan Hamadi dengan nyaman. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…
Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…
- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Merauke, Ipda Stevend Dapo,…
Koordinator Devisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Provinsi Papua Pegunungan Naftali Emmanuel Pawika mengatakan rekapitulasi…