Categories: FEATURES

Jalan Masuk Rusak, Guru dan Siswa Khawatir Gedung Roboh

Melihat Akses Jalan dan Kondisi Sekolah di SD Inpres Tobati

SD Inpres Tobati, terbilang berada di Kota Jayapura, ibukota Provinsi Papua,  namun saat ini banyak kendala dan keluhan yang dihadapi. Meski begitu, ada juga prestasi yang diraih dari sekolah yang 99 Persen Anak Asli Papua ini

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

SD Inpres Tobati bukanlah sekolah yang ada di wilayah pinggiran apalagi pedalaman. Sekolah yang berada di Jalan Pramuka no 3 Reysuk ini, masih berada di wilayah Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan.

Meski terbilang tidak jauh dari pusat Kota Jayapura, namun keberadaan sekolah ini seolah luput dari perhatian pemerintah. Selain,  belum mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG)  hingga saat ini, akses jalan dan bangunan sekolah ini pun terbilang  memprihatinkan.

  Untuk menuju SD Inpres Tobati, jalan utamanya  berada di Skyline tepatnya di samping halte (Rusak) belok kiri ketika dari arah Entrop dan arah kanan dari Abepura. Selain itu, jalur alternatifnya bisa memutar lewat ringroad.

  Kerusakan akses jalan utama menuju SD Inpres Tobati, membuat sejumlah guru, hingga orang tua siswa pun yang hendak mengantarkan anaknya ke sekolah merasa takut untuk melitas di jalan itu.

  Pasalnya jalan utama masuk sekolah tersebut mengalami rusak parah, berlubang, berlumut dan licin. Kondisi ini pun sangat memperihatinkan bagi para guru dan warga yang melintas di jalan tersebut.

  Sherlly Ohoilulin salah satu guru yang mengabdi di SD Inpres Tobati yang mengatakan bahwa jalan menuju SD tersebut rusak sudah sejak lama, namun hingga sekarang belum ada perhatian dari pemerintah.

  Kondisi ini pun terlihat jelas, ketika Cenderawasih Pos, pada Kamis (24/4) siang, mencoba melintas di atas jalan tersebut badan terasa gemetaran. Kendaraan seakan tak mampu untuk melintas, karena melihat kondisi jalan yang terjal, rusak, berlubang, serta penuh dengan batu kerikil licin dan sebagainya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Harusnya Kerja MRP Dipublis dan Lebih Transparan

Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…

4 days ago

Dua Kapal Nelayan Indonesia Dibakar Tentara PNG

Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…

4 days ago

Setelah Botak, Kini Aibon

Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…

4 days ago

Rahasia Tasbih Alam: Mengapa Manusia Tak Mampu Mendengarnya?

Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…

5 days ago

Warga Disarankan Tak Berenang di Pantai Holtekamp

Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…

5 days ago

Ratusan Nelayan Ditangkap Otoritas PNG dan Australia Merupakan Urusan Pusat

Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…

5 days ago