

Kondisi jalan masuk SD Inpres Tobati tampak rusak parah, berlubang, berlumut dan licin, Minggu (27/4). (foto:Jimi/Cepos)
Melihat Akses Jalan dan Kondisi Sekolah di SD Inpres Tobati
SD Inpres Tobati, terbilang berada di Kota Jayapura, ibukota Provinsi Papua, namun saat ini banyak kendala dan keluhan yang dihadapi. Meski begitu, ada juga prestasi yang diraih dari sekolah yang 99 Persen Anak Asli Papua ini
Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura
SD Inpres Tobati bukanlah sekolah yang ada di wilayah pinggiran apalagi pedalaman. Sekolah yang berada di Jalan Pramuka no 3 Reysuk ini, masih berada di wilayah Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan.
Meski terbilang tidak jauh dari pusat Kota Jayapura, namun keberadaan sekolah ini seolah luput dari perhatian pemerintah. Selain, belum mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga saat ini, akses jalan dan bangunan sekolah ini pun terbilang memprihatinkan.
Untuk menuju SD Inpres Tobati, jalan utamanya berada di Skyline tepatnya di samping halte (Rusak) belok kiri ketika dari arah Entrop dan arah kanan dari Abepura. Selain itu, jalur alternatifnya bisa memutar lewat ringroad.
Kerusakan akses jalan utama menuju SD Inpres Tobati, membuat sejumlah guru, hingga orang tua siswa pun yang hendak mengantarkan anaknya ke sekolah merasa takut untuk melitas di jalan itu.
Pasalnya jalan utama masuk sekolah tersebut mengalami rusak parah, berlubang, berlumut dan licin. Kondisi ini pun sangat memperihatinkan bagi para guru dan warga yang melintas di jalan tersebut.
Sherlly Ohoilulin salah satu guru yang mengabdi di SD Inpres Tobati yang mengatakan bahwa jalan menuju SD tersebut rusak sudah sejak lama, namun hingga sekarang belum ada perhatian dari pemerintah.
Kondisi ini pun terlihat jelas, ketika Cenderawasih Pos, pada Kamis (24/4) siang, mencoba melintas di atas jalan tersebut badan terasa gemetaran. Kendaraan seakan tak mampu untuk melintas, karena melihat kondisi jalan yang terjal, rusak, berlubang, serta penuh dengan batu kerikil licin dan sebagainya.
Ia menjelaskan, sebelum pemekaran, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua induk mencapai sekitar…
Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…