“Kalau selama ini anak-anak Papua mulai asing dengan makanan lokal, maka dengan raperdasi ini kita dorong mereka kembali mengenalnya. Kita jaga budaya sekaligus dorong ekonomi rakyat,” kata Denny.
Ke depan, Raperdasi ini akan dibahas secara intens bersama para pakar hukum, budaya, dan ketahanan pangan. Denny berharap, peraturan ini bukan hanya menjadi produk legislasi semata, tapi menjadi kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat Papua.
Satu hari tanpa nasi mungkin terasa kecil, namun jika mampu menggerakkan ekonomi rakyat, memperkuat pangan lokal, dan melestarikan budaya, maka langkah kecil ini bisa menjadi awal dari perubahan besar bagi masa depan Papua.
“Kita berharap ini akan menjadi produk hukum yang bisa membawa perubahan di tengah ekonomi Papua uang kian lesuh,” pungkasnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…
Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…
Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…
Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…