Categories: FEATURES

Mengira Wajah Dilumuri Lumpur Karena Berduka Tapi Malah Menyerang Membabi Buta

Namun sayangnya dedikasi dan loyalitas yang mereka berikan justru dibalas dengan luka yang mendalam. Guru asal Maumere, Nusa Tenggara Timur, ini adalah satu dari sekian tenaga pendidik yang mengalami serangan brutal oleh KKB. Saat ditemui Cenderawasih Pos, Selasa (17/6), Kosmas Paga masih terlihat terpukul. Butuh waktu baginya agar luka ini sembuh.

Usai berdiskusi ringan iapun mulai menceritakan kronologis dari peristiwa anggruk. Diceritakan bahwa peristiwa itu bermula pada Jumat sore, 21 Maret 2025. Sekitar pukul 17.00 WIT. Ketika itu ia tengah membersihkan sampah di halaman rumah dinas sekolah tempat mereka tinggal. Tiba-tiba, sekelompok pria dengan wajah dilumuri tanah, datang membawa parang dan kapak.

“Saya kira mereka sedang berduka, karena di Anggruk, kalau orang melumuri wajahnya dengan tanah, itu pertanda sedang mengalami kedukaan,” ujarnya. Namun ternyata, dugaannya meleset jauh. Tanpa aba-aba, para pria itu langsung menyekap tangannya dan menusuk pundaknya. Kosmas sempat melawan dan melarikan diri sambil diteriaki, dilempari batu, hingga kembali ditusuk di bagian pundak.

Dengan luka menganga, ia berlari menuju rumah seorang guru lokal asal Anggruk. Tapi karena pengejaran terus berlanjut, ia pindah dan bersembunyi di atas plafon rumah warga hingga malam tiba. “Saya sembunyi di atas plafon rumah warga, tidak berani turun sampai malam,” katanya. Karena gagal menemukan Kosmas, kelompok ini itu kembali menyerang rekan-rekan guru lainnya yang saat itu sedang berada di dalam rumah.

Mereka menganiaya dengan brutal memukul, menginjak, dan membacok semua orang yang berada di rumah dinas tersebut. Guru Fidelis Lena sempat berusaha melindungi teman-temannya, namun pada akhirnya ia pun terluka parah dan akhirnya melarikan diri. Dari peristiwa hari pertama, satu-satunya yang lolos dari serangan berutal OTK hanyalah Almarhumah Rosalia.

Bahkan malam harinya setelah situasi kondusif almarhum sempat membantu merawat Kosmas paga dan korban luka lainnya di Puskesmas Anggruk. Namun nahas, keesokan harinya, Sabtu 22 Maret, sekitar pukul 08.00 WIT, para pelaku kembali. Mereka mencari Kosmas dan rekan-rekannya hingga mendatangi Puskesmas. Rosalia yang mengetahui hal itu mencoba melarikan diri bersama dua orang lainnya. Namun dia tertangkap, dan ditemukan meninggal dunia dengan tubuh bersimbah darah dengan sejumlah luka tusukan di tubuhnya

“Kami baru tahu ibu Rosalia meninggal sekitar jam 12 siang, setelah warga datang melapor. Kami semua syok dan terpukul,” ucap Kosmas.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…

23 hours ago

Seminggu Berlalu, Nasib 9 Wanita yang Diculik Belum Diketahui

Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…

1 day ago

Ribuan ​Artefak dan Dokumen Bersejarah Papua dari Belanda Dipulangkan

​Penandatanganan nota kesepahaman yang sarat nilai historis tersebut berlangsung secara khidmat pada Sabtu, 22 Agustus…

1 day ago

Gara-gara Asap, Pasien Sempat Dievakuasi

Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan…

1 day ago

Libatkan 9 Dokter, Langkah Pertama Buat Saluran Pembuangan Feses

Mereka juga membawa boneka serupa yang diberikan oleh Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi.…

1 day ago

Ternyata Bukan dari Tepung Ubi, Pakar IPB Sebut Tepung Jagung

Bambang menjelaskan, tepung jagung yang digunakan dalam inovasinya tidak bekerja secara tunggal. Tepung tersebut dicampurkan…

1 day ago