

Kosmas Paga, salah satu guru korban penyerangan OTK di Distrik Angruk. Kabupaten Yahukimo, 21 Maret 2025. (foto:Karel/Cepos)
Mereka yang Masih Menyimpan Cerita Duka dan Trauma Sebagai Pengajar di Pedalaman
Kisah pilu yang dialami tenaga pendidikan dan tenaga medis di Distrik Anggruk, Yahukimo memang telah berlalu. Kejadiannya terjadi Maret 2025 lalu. Namun rasa trauma itu kental tertanam dibenak. Satu gurupun bertutur cerita berdarah tersebut.
Laporan: Karolus Daot-Jayapura
Bagi Kosmas Paga dan rekan-rekannya, bulan Maret bukan lagi sekadar deretan angka di kalender. Namun Ia telah berubah menjadi simbol luka dan duka yang begitu dalam. Sebuah kejadian tragedi kemanusiaan yang rasanya sulit untuk dihapus. Tekadnya untuk mencerdaskan generasi bangsa dimulai dari kampung dan medan yang sulit harus dibayar dengan rasa trauma.
Ia dan rekan-rekannya justru menjadi sasaran kekerasan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Sejatinya Anggruk tidak pernah terjadi kejadian ini. Distrik ini menjadi salah satu distrik yang terbilang sangat aman dan kondusif serta tak pernah terjadi kekerasan bersenjata bahkan sampai menghilangkan nyawa.
Karenanya tak sedikit yang sulit mempercayai jika Anggruk kini telah dinodai. Ada darah dan ada air mata yang menetes di tanah tersebut. Kosmas Paga adalah seorang guru asal Maumere, NTT. Ia bersama rekan-rekannya datang ke Anggruk dengan satu tujuan mulia yaitu mendidik anak-anak di pelosok Papua. Mereka meninggalkan kampung halaman dan kenyamanan demi memberikan masa depan bagi generasi yang jauh dari akses pendidikan yang layak.
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung…
Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan…
Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang…
Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi setiap institusi penegak hukum. Sekali kepercayaan itu tumbuh, masyarakat…
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula…
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot menjelaskan, secara…