Selain pelatihan dan teori, kegiatan SLG juga disertai dengan simulasi lapangan yang melibatkan masyarakat setempat. Warga diajarkan mengenali tanda-tanda alam sebelum tsunami, cara berlindung saat gempa, serta langkah cepat menuju titik kumpul yang aman. Melalui pendekatan partisipatif ini, warga tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berlatih langsung bagaimana menyelamatkan diri secara mandiri dan kolektif.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan warga Holtekamp semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan. Kecemasan yang dulu menjadi bayangan kini mulai tergantikan dengan kepercayaan diri dan kemampuan untuk bertindak cepat bila bencana terjadi.
Holtekamp kini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana edukasi mitigasi dapat membentuk masyarakat yang tangguh, siaga, dan berdaya menghadapi risiko bencana. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…
Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…
Pemusnahan kali ini menyasar material sitaan dari 52 perkara tindak pidana umum dengan volume mencapai…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan dan penggunaan anggaran daerah,…
Panglima Kodam (Pangdam) XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, melakukan silaturahmi kepada Gubernur…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebut Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 10 ekor sapi kurban…