Selain pelatihan dan teori, kegiatan SLG juga disertai dengan simulasi lapangan yang melibatkan masyarakat setempat. Warga diajarkan mengenali tanda-tanda alam sebelum tsunami, cara berlindung saat gempa, serta langkah cepat menuju titik kumpul yang aman. Melalui pendekatan partisipatif ini, warga tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berlatih langsung bagaimana menyelamatkan diri secara mandiri dan kolektif.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan warga Holtekamp semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan. Kecemasan yang dulu menjadi bayangan kini mulai tergantikan dengan kepercayaan diri dan kemampuan untuk bertindak cepat bila bencana terjadi.
Holtekamp kini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana edukasi mitigasi dapat membentuk masyarakat yang tangguh, siaga, dan berdaya menghadapi risiko bencana. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
‘’Ini sebenarnya masih rana kewenangan dari teman-teman penyidik kepolisian Resor Merauke. Namun saya sebagai…
Korban diketahui bernama Andi Kawer, seorang mahasiswa di Kota Jayapura. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persipura…
Pemberian nama jalan ini pun menjadi sorotan beberapa pihak lantaran dianggap harus dilakukan sesuai mekanisme…
Entis menjelaskan terkait ketersediaan air bersih di RSUD Jayapura, pihaknya langsung menurunkan Tim Teknis yang…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey menjelaskan, anggaran Rp104 miliar tersebut bersumber dari dana Otonomi…
Pertemuan di Hambalang dihadiri sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang…