Selain pelatihan dan teori, kegiatan SLG juga disertai dengan simulasi lapangan yang melibatkan masyarakat setempat. Warga diajarkan mengenali tanda-tanda alam sebelum tsunami, cara berlindung saat gempa, serta langkah cepat menuju titik kumpul yang aman. Melalui pendekatan partisipatif ini, warga tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berlatih langsung bagaimana menyelamatkan diri secara mandiri dan kolektif.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan warga Holtekamp semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan. Kecemasan yang dulu menjadi bayangan kini mulai tergantikan dengan kepercayaan diri dan kemampuan untuk bertindak cepat bila bencana terjadi.
Holtekamp kini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana edukasi mitigasi dapat membentuk masyarakat yang tangguh, siaga, dan berdaya menghadapi risiko bencana. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurutnya, semua pimpinan daerah sudah mengetahui mekanismenya. Apa yang sudah diterima harus dipertanggungjawabkan terlebih…
Pemerintah Kota Jayapura terus memperkuat pelayanan bagi warga terdampak kebakaran yang kini masih berada di…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menyebutkan, keempat orang tersebut diduga terlibat…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan penanganan ODGJ yang selama ini dilakukan…
emerintah Kabupaten Lanny Jaya melalui Dinas Kesehatan resmi mengutus Tim Kesehatan untuk menangani dampak bencana hujan es dan kekeringan.
Pertemuan itu digelar untuk memperkuat koordinasi sekaligus mendorong keterlibatan seluruh pihak dalam membantu warga…