Selain pelatihan dan teori, kegiatan SLG juga disertai dengan simulasi lapangan yang melibatkan masyarakat setempat. Warga diajarkan mengenali tanda-tanda alam sebelum tsunami, cara berlindung saat gempa, serta langkah cepat menuju titik kumpul yang aman. Melalui pendekatan partisipatif ini, warga tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berlatih langsung bagaimana menyelamatkan diri secara mandiri dan kolektif.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan warga Holtekamp semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan. Kecemasan yang dulu menjadi bayangan kini mulai tergantikan dengan kepercayaan diri dan kemampuan untuk bertindak cepat bila bencana terjadi.
Holtekamp kini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana edukasi mitigasi dapat membentuk masyarakat yang tangguh, siaga, dan berdaya menghadapi risiko bencana. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…
Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …
Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melancarkan operasi senyap dengan menggerebek sebuah pabrik rumahan…