Categories: FEATURES

Dari 5 Kasus, Amankan 9 Tersangka dengan Barang Bukti 2,5 Kg Ganja

Kasus terbaru berhasil diungkap pada Senin (18/5) sekitar pukul 12.30 WIT. Dalam operasi pengamanan di Pelabuhan Laut Jayapura, personel Kodaeral X menggagalkan upaya peredaran gelap narkotika jenis ganja yang diduga akan didistribusikan melalui jalur transportasi laut.

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan tiga orang pelaku yang terdiri dari dua calon penumpang KM Dorolonda dan seorang buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Bersama para pelaku, aparat juga menyita sembilan paket ganja siap edar dengan total berat sekitar 629 gram.
Berdasarkan hasil pendalaman awal, para pelaku menggunakan modus menyamar sebagai penumpang kapal Pelni dengan tujuan Nabire, Biak, Sarmi dan sejumlah wilayah lainnya di Papua. Ganja tersebut rencananya akan dikirim sesuai pesanan untuk diedarkan di berbagai daerah.

“Modus operandi yang digunakan yaitu memanfaatkan aktivitas bongkar muat dan mobilisasi penumpang untuk mengelabui aparat keamanan dalam proses distribusi narkotika di wilayah Papua,” jelas Sugianto.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ganja tersebut diduga berasal dari kawasan Kampung Vietnam yang merupakan hasil penyelundupan jaringan narkotika lintas batas dari PNG. Sebagian barang haram itu juga diperoleh dari sekitar wilayah pelabuhan.

“Kami melihat jaringan peredaran narkotika melalui jalur laut di Papua sudah sangat mengkhawatirkan karena melibatkan distribusi antardaerah dengan memanfaatkan aktivitas pelabuhan yang padat,” kata Sugianto.

Total nilai ekonomis ganja yang berhasil diamankan dari seluruh pengungkapan kasus sepanjang Januari hingga Mei 2026 diperkirakan mencapai Rp131.924.000. Jika berhasil beredar di masyarakat, barang haram tersebut diperkirakan dapat merusak sekitar 2.581 orang, khususnya generasi muda Papua.

Sementara untuk pengungkapan terbaru pada Senin (18/5), nilai ekonomis ganja yang disita diperkirakan mencapai Rp22,2 juta dan berpotensi merusak sekitar 600 orang apabila berhasil diedarkan.

“Kami tegaskan, siapapun pelakunya dan di manapun lokasinya, termasuk apabila terjadi di wilayah atau fasilitas Kodaeral X, maka kami tidak akan menutup mata terhadap setiap tindak pidana yang terjadi,” tegas pihak Kodaeral X.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Pembegal  IRT di Merauke Berhasil Ditangkap

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui  Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Merauke, Ipda Stevend Dapo,…

17 hours ago

KPU Papua Pegunungan Tetapkan 1.318.344 Pemilih Dalam PDPB Semester I

Koordinator Devisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Provinsi Papua Pegunungan Naftali Emmanuel Pawika mengatakan rekapitulasi…

18 hours ago

Perkuat Sistem Perlindungan dan Kejar Target Pemenuhan Hak Anak

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Barat Daya, Atika Rafika yang dalam hal…

19 hours ago

Pemkab Jayawijaya Lakukan Pendataan untuk Seluruh Guru Honorer

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH sebelum pertemuan ini, pihaknya telah meminta kepada kepala dinas…

20 hours ago

Asosiasi 328 Kepala Kampung Pastikan Tak Ikut Aksi Demo Ke Kantor Bupati

Sekretaris Asosiasi 328 Kepala Kampung Se Jayawijaya Sem Uaga menegaskan jika menyikapi adanya informas yang…

21 hours ago

Dua Anggota KKB Terancam Hukuman Seumur Hidup

Kedua tersangka masing-masing berinisial EK dan RS. Tersangka EK diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap…

22 hours ago