

Aktifitas warung makan di Entrop, Selasa (14/10) malam terpantau sepi (foto:Karel/Cepos)
Mencermati Isu Begal Aktifitas Ekonomi Pada Malam Hari di Kota Jayapura
Sejak pertengahan September 2025, Kota Jayapura tersebar isu maraknya aksi begal. Hampir setiap hari pesan berantai tentang peristiwa pembegalan beredar di media sosial dan grup-grup WhatsApp.
Laporan: Karolus Daot_Jayapura
Hingga kini, aparat kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi yang membenarkan adanya sindikat begal di wilayah Kota Jayapura. Meski demikian, derasnya arus informasi liar di dunia maya membuat isu ini kian membesar—menjadi semacam hantu malam yang menakutkan bagi warga.
Pesan berantai itu umumnya menyebutkan adanya korban begal di sejumlah titik rawan di Jayapura. Dalam beberapa kasus, bahkan peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) diduga kuat sebagai korban begal. Salah satunya adalah insiden di belakang Bekangdam, yang sempat viral di media sosial karena disebut korban pembegalan.
Namun setelah diselidiki, pihak kepolisian memastikan bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan tunggal. Kasus serupa berulang kali muncul, dan meski telah dibantah aparat, isu begal terus saja beredar luas.
Gubernur Papua Mathius D Fakhiri, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk…
AKP Rian menegaskan bahwa puluhan orang yang ditahan setelah terlibat dalam beberapa tindakan kriminal. Dari…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru menjelaskan bahwa saat ini tim terpadu atau Garnisun terus…
Ia menambahkan, pada awal bulan lalu Pemkot Jayapura juga telah menyalurkan enam unit kendaraan dinas…
Agus Salim dan Sa’di berangkat dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi menggunakan satu unit perahu…
Kepala DKP Papua Iman Djuniawal, mengatakan selama ini sebagian besar hasil tangkapan ikan di Wilayah…