Categories: FEATURES

Ojol dan Pedagang Malam Rasakan Dampaknya, Aparat Diminta Beri Jamin Keamanan

Dampak dari isu ini tidak main-main. Masyarakat kini lebih berhati-hati, bahkan cenderung takut untuk keluar rumah di malam hari. Jalanan yang dulunya ramai oleh aktivitas warga, kini tampak sepi lebih awal.

Kondisi ini dirasakan betul oleh Sandi Setiawan pengemudi ojek online Maxim yang biasa beroperasi hingga larut malam. Ia mengaku penghasilannya turun drastis sejak isu begal merebak.

“Biasanya saya bisa dapat sampai Rp 300 ribu per hari. Sekarang paling tinggi Rp200 ribu, itu pun kalau siang tidak istirahat. Kalau santai, cuma dapat Rp100 ribu,” tuturnya kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Taman Imbi, Kota Jayapura, Selasa (14/10).

Sandi kini membatasi jam kerjanya hanya sampai sekitar pukul 21.00 WIT. Sebelumnya ia biasa menarik penumpang hingga pukul 01.00 dini hari. “Sekarang jam sembilan malam sudah pulang. Takut, apalagi saya tinggal di Dok VII. Kalau malam di sana kan agak rawan,” katanya.

Tak hanya jam kerja yang berubah, wilayah operasinya pun ikut dipersempit. “Kalau siang masih bisa antar pesanan sampai Pasir II atau Waena, tapi malam hanya di sekitar Kota Jayapura. Tidak berani keluar kota,” ungkapnya.

Meski belum pernah mengalami kejadian buruk, dirinya mengaku etap waspada. “Kami ojek motor ini kan paling rentan. Jadi lebih baik waspada. Jangan sampai benar-benar terjadi,” ujarnya lagi.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Gubernur Apolo  Jelaskan Kewenangan Pengelolaan SMA dan SMK

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menjelaskan persoalan kewenangan pengelolaan SMA dan SMK yang berkaitan dengan…

3 hours ago

Komitmen Laksanakan Pembangunan di Tengah Keterbatasan Fiskal

Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, mengatakan pemerintah provinsi tetap berupaya memastikan program-program prioritas

4 hours ago

Mangga Golek Banjiri Pasar Pharaa Sentani

Musim mangga golek mulai terasa di Pasar Pharaa Sentani. Dalam tiga pekan terakhir, pasokan mangga…

4 hours ago

Bupati Tolikara Buka Festival Etnik Religi Tolikara 2026

Pemerintah Kabupaten Tolikara secara resmi membuka Festival Etnik Religi Tolikara Tahun 2026, Rabu, 12 Agustus…

5 hours ago

Kwarcab Kab. Jayapura Dorong Kolaborasi untuk Perkuat Karakter Generasi Muda

Menurut Abdul Rahman, Gerakan Pramuka tidak hanya menjadi wadah kegiatan bagi anak dan remaja, tetapi…

5 hours ago

Pemprov Dapat Tambahan Rp85 Miliar, Tetap Masih Kurang

Pemerintah Provinsi Papua mendapat tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp85 miliar untuk tahun…

6 hours ago