Categories: FEATURES

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

Perjuangan Gereja Menyikapi Sejumlah Persoalan Kemanusiaan di Tanah Papua

Sejumlah denominasi Gereja di Tanah Papua termasuk Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja di Indonesia (KWI) resmi launching organisasi HONAI. Lantas apa tujuan pembentukan organisasi ini?

Laporan: Karolus Daot

Honai atau rumah adat masyarakat di Tanah Papua, biasanya menjadi tempat orang berkumpul. Di dalamnya, orang duduk bersama, berbicara, mendengarkan, mempertimbangkan sesuatu, lalu mengambil keputusan yang dianggap penting bagi kehidupan bersama.

   Semangat itulah yang kini hendak dibawa gereja-gereja di Tanah Papua melalui HONAI (Humanitarian Outreach to Need Assistance Initiative) atau West Papua Humanitarian Crisis Centre, termasuk PGI dan KWI. Wadah bersama denominasi gereja di Tanah Papua ini resmi diluncurkan di Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Selasa (15/9).

   Untuk periode pertama, HONAI dipimpin Ketua Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu.

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama masyarakat sipil yang terdampak konflik, pengungsi internal (Internally Displaced Persons/IDPs), penyintas kekerasan, serta kelompok masyarakat yang berada dalam situasi rentan.

   Namun, lahirnya sebuah wadah baru tentu membawa pertanyaan yang jauh lebih besar daripada sekadar siapa yang duduk sebagai pengurus. Bagaimana HONAI memastikan dirinya tidak berhenti sebagai sebuah organisasi yang diluncurkan dengan seremoni, tetapi benar-benar hadir dan menghasilkan perubahan bagi masyarakat Papua?

  Pertanyaan itu menjadi penting karena berbagai gereja sebenarnya telah lama melakukan kerja-kerja kemanusiaan dan perdamaian. Gereja hadir ketika konflik terjadi, membantu pengungsi, melakukan advokasi, mendampingi korban, hingga menyuarakan perdamaian.

Tetapi di sisi lain, konflik dan kekerasan di sejumlah wilayah Papua terus berulang. Artinya, pekerjaan HONAI ke depan tidak ringan.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Indentifikasi Jalur Penyelundupan hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Petugas

  Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…

5 hours ago

ABR: Jangan Salah Gunakan Bantuan Pemerintah!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…

6 hours ago

Fenomena El Nino,  79 Kampung di Dogiyai Terdampak

Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga

8 hours ago

Jangan Membangun Sebelum Ada Penanganan Pascabencana

  Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…

9 hours ago

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penipuan Jual Beli Motor

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…

10 hours ago

Bupati Jayawijaya: CASN Jangan Buru-buru Ajukan Kredit Setelah Terima SK

Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…

12 hours ago