Bagi Johan, penemuan motornya menjadi sedikit penghiburan di tengah kerugian besar yang dialami banyak masyarakat pasca kerusuhan. “Setidaknya polisi bergerak cepat menangani masalah ini. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tuturnya dengan senyum kebahagiaan.
Di tengah banyaknya laporan yang masuk, polisi membagi tim menjadi dua. Satu tim turun langsung ke lapangan mengumpulkan barang bukti dan kendaraan hasil penjarahan, sementara tim penyidik memeriksa para pelaku yang diamankan.
Hingga kini, puluhan orang telah diamankan dan beberapa di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, Posko Pelayanan Korban Pasca Kerusuhan terus dibuka bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan atau mengalami kerugian lainnya. Polisi juga meminta warga yang merasa kendaraannya hilang agar segera datang membawa dokumen kepemilikan untuk dilakukan pencocokan dengan kendaraan yang telah diamankan.
Di balik ramainya laporan dan tumpukan berkas di Posko itu, tersimpan satu kenyataan pahit, kerusuhan tersebut bukan hanya meninggalkan kerusakan di stadion, tetapi juga luka, trauma, dan kesedihan bagi banyak warga Papua sendiri. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Bentrokan yang melibatkan warga Gang Gaharu dan Gang Masbait ini dipicu oleh pertikaian akibat suara…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua meminta kepada pelaku usaha di daerah ini khususnya sekitar kawasan…
Perkara tersebut kini telah dilimpahkan Unit PPA Satreskrim Polresta Sorong Kota ke Kejaksaan Negeri Sorong…
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM, mengungkapkan bahwa faktor pemicu utama…
Majelis rakyat Papua Provinsi Papua Tengah melalui Ketua Pokja Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua…
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM, pemerintah Kota Jayapura menegaskan…