Categories: FEATURES

Tak Hanya Sedih Motor dan Mobil Terbakar, Tapi Juga Beri Dampak Traumatis

Kisah di Balik Kerusuhan Usai Laga Persipura Vs Adyaksa di Stadion Lukas Enembe

Kerusuhan yang terjadi usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, tidak hanya merusak fasilitas di dalam stadion. Puluhan kendaraan roda empat, roda dua dan roda dua juga jadi korban pembakaran dan penjarahan. Pihak kepolisian pun membuka Posko Terpadu Pasca Kerusuhan.

Laporan: Yohana_Sentani

Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat yang hendak melapor. Mereka merupakan korban pencurian, pengrusakan dan pembakaran kendaraan pasca kerusuhan di Stadion Lukas Enembe pada Jumat (8/5) malam pekan kemarin.
Malam kejadian itu, sorak-sorai ribuan pendukung yang sejak sore memenuhi tribun untuk mendukung Persipura Jayapura perlahan berganti kepanikan. Kekalahan Persipura dari Adhyaksa FC memicu kericuhan di dalam stadion dan menjalar hingga ke area parkir stadion.

Suasana makin mencekam, saat api cepat membumbung dari sejumlah kendaraan, diiringi teriakan warga bercampur suara sirene aparat yang berusaha mengendalikan situasi. Banyak penonton meninggalkan kendaraan demi menyelamatkan diri. Sebagian kendaraan roda dua maupun empat terbakar, sebagian kendaraan roda dua juga banyak yang hilang.

Seiring meredanya situasi, hari berikutnya Polres Jayapura menyatakan membuka pengaduan bagi para korban kerusuhan itu. Satu per satu masyarakat mulai berdatangan ke Polres Jayapura. Ada yang melapor kehilangan motor, ada yang mobilnya rusak, bahkan ada yang hanya bisa menangis karena seluruh barang berharganya ikut terbakar. .

Posko itu tidak pernah benar-benar sepi. Siang maupun malam, warga terus datang membawa cerita dan kerugian masing-masing. Di ruang pelayanan, petugas sibuk mencatat laporan, memeriksa dokumen kendaraan, hingga menenangkan warga yang masih trauma. Kasat Reskrim AKP Alamsyah Ali mengaku hingga Senin malam total laporan yang diterima mencapai 55 laporan polisi. Dari jumlah itu, 28 laporan merupakan temuan polisi di lapangan, sedangkan 27 lainnya berasal laporan dari masyarakat.

“Laporan masih terus bertambah karena masyarakat biasanya datang malam hari setelah selesai beraktivitas,” ujarnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

KPK-BPKP Bangun Sinergi Pengawasan Minimalkan Risiko Korupsi di Papua Tengah

Sinergi tersebut dibangun melalui Rapat Koordinasi Perbaikan Tata Kelola Perencanaan dan Penganggaran (Pokir, Hibah, dan…

40 minutes ago

Pesta Musik di Dekat Rumah Duka Picu Bentrokan Warga  di Mimika

Bentrokan yang melibatkan warga Gang Gaharu dan Gang Masbait ini dipicu oleh pertikaian akibat suara…

2 hours ago

Tiga Tersangka TPPO Terancam 15 Tahun Penjara

Perkara tersebut kini telah dilimpahkan Unit PPA Satreskrim Polresta Sorong Kota ke Kejaksaan Negeri Sorong…

3 hours ago

Definisi OAP Tak Perlu Diintervensi Pemerintah Pusat

Majelis rakyat Papua Provinsi Papua Tengah melalui  Ketua Pokja Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua…

4 hours ago

Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke Masih Kekurangan Guru

Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke masih mengalami kekurangan tenaga guru untuk mendukung proses belajar mengajar…

5 hours ago

Pemkab Merauke Siapkan Program Perumahan, Kawasan Kumuh Jadi Prioritas

Pemerintah Kabupaten Merauke memastikan program pembangunan perumahan bagi masyarakat akan terus dilakukan setiap tahun untuk…

6 hours ago