Categories: FEATURES

Bangun Kesadaran Kolektif, Harus Jadi Benteng Bagi Diri Sendiri dan Lingkungan

Ia menambahkan, penyalahgunaan narkotika dapat merusak organ tubuh, memicu gangguan mental seperti depresi hingga psikosis, serta menimbulkan dampak sosial berupa konflik keluarga dan masalah hukum.

Dalam pemaparannya, Aco juga menjelaskan klasifikasi narkotika berdasarkan tingkat bahayanya. Mulai dari golongan I yang memiliki potensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan dan tidak digunakan untuk pengobatan, hingga golongan III yang memiliki risiko lebih ringan dan masih digunakan dalam dunia medis dengan pengawasan ketat.

Tak hanya itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai psikotropika, yaitu zat yang memengaruhi susunan saraf pusat dan dapat mengubah aktivitas mental serta perilaku seseorang.

Menurut Aco, penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar tidak terjadi begitu saja. Ada berbagai faktor yang melatarbelakanginya, baik dari dalam diri maupun lingkungan.

“Faktor internal seperti rasa ingin tahu, depresi, hingga rendah diri bisa mendorong anak mencoba. Sementara faktor eksternal, seperti pengaruh teman, lingkungan, dan kemudahan akses juga sangat berperan,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa sebagian besar kasus berawal dari coba-coba. Tahapan ini kemudian berkembang menjadi ketergantungan, hingga akhirnya berujung pada kecanduan yang sulit dihentikan.

Melalui kegiatan ini, Ditresnarkoba Polda Papua berupaya menanamkan kesadaran sejak dini kepada para pelajar agar mampu menolak ajakan menggunakan narkoba. “Kami ingin membangun kesadaran kolektif. Harapannya, generasi muda bisa menjadi benteng bagi dirinya sendiri dan lingkungannya dari ancaman narkotika,” tegas Aco.

Lebih jauh, para pelajar juga didorong untuk menjadi agen perubahan. Mereka diharapkan tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mampu mengajak teman sebaya untuk menjauhi narkoba. Respons positif pun datang dari para siswa. Denis Yohanis Weyasu, salah satu peserta sosialisasi, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.

“Sosialisasi ini sangat penting. Kami jadi tahu dampaknya dan bisa lebih waspada. Ini seperti benteng untuk melindungi masa depan kami,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Guru Bimbingan Konseling, Yusupriyani. Ia menilai kegiatan edukasi seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan, mengingat tingginya rasa ingin tahu remaja. “Kalau tidak dibekali, mereka bisa mudah terpengaruh. Apalagi lingkungan pergaulan sekarang sangat kuat pengaruhnya,” katanya.

Di sekolah tersebut, pengawasan terhadap siswa juga dilakukan secara ketat. Yusupriyani mengungkapkan bahwa faktor lingkungan menjadi penyebab utama siswa terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Bahkan, tidak sedikit yang sudah mulai terpapar sejak bangku SMP.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Kebakaran Hanguskan Dapur dan Gudang Panti Asuhan Putri Kerahiman

Suster Yosephin Temelap mengatakan, api muncul dengan cepat diduga dari area dapur. Saat itu aktivitas…

20 hours ago

Surplus Produksi Telur Papua Perkuat Pasokan Dapur MBG

Pemerintah Provinsi Papua menyatakan produksi telur ayam di empat kabupaten kini telah melampaui kebutuhan harian…

21 hours ago

Pengunjung Kurang, Pendapatan Pengelola Pantai Hamadi Merosot

   Para pengelola pantai dan penyedia jasa penyewaan pondok wisata kini harus menelan pil pahit…

22 hours ago

Uskup dan Ordo Sepakati Anggaran Dasar Unika Fajar Timur Papua

  Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C., Uskup…

23 hours ago

Festival Port Numbay 2026 Promosikan Potensi Kampung Wisata

   Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan Festival Port…

24 hours ago

Tingkatkan Daya Saing UMKM, Pemkot Perkuat Legalitas dan Manajemen

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM)…

1 day ago