Atas gangguan yang kerap dihadapi perusahaan, TSE membutuhkan kehadiran pemerintah. Sebab, aturan pemerintah yang mengizinkan investor. Namun ketika investor sudah masuk dan mendapat masalah, pemerintah tak pernah hadir untuk membantu atau memberikan solusi.
“Kami kerap menyelesaikan masalah pemalangan dan persoalan lainnya sendirian. Hal ini cukup disayangkan, padahal kami membayar pajak setiap saat. Untuk itu, kami mengharapkan kehadiran pemerintah disetiap masalah yang kami hadapi,” keluhnya. Adapun karyawan secara keseluruhan berjumlah 11 ribuan, 30 persen diantaranya adalah OAP. “Kami juga memberi ruang seluas-luasnya untuk pengembangan SDM dengan menyiapkan lapangan pekerjaan dimana dari 11 ribu karyawan, 30 persen diataranya adalah OAP,” tutup Ayomi. (*).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Ia menjelaskan, sebelum pemekaran, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua induk mencapai sekitar…
Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…