Atas gangguan yang kerap dihadapi perusahaan, TSE membutuhkan kehadiran pemerintah. Sebab, aturan pemerintah yang mengizinkan investor. Namun ketika investor sudah masuk dan mendapat masalah, pemerintah tak pernah hadir untuk membantu atau memberikan solusi.
“Kami kerap menyelesaikan masalah pemalangan dan persoalan lainnya sendirian. Hal ini cukup disayangkan, padahal kami membayar pajak setiap saat. Untuk itu, kami mengharapkan kehadiran pemerintah disetiap masalah yang kami hadapi,” keluhnya. Adapun karyawan secara keseluruhan berjumlah 11 ribuan, 30 persen diantaranya adalah OAP. “Kami juga memberi ruang seluas-luasnya untuk pengembangan SDM dengan menyiapkan lapangan pekerjaan dimana dari 11 ribu karyawan, 30 persen diataranya adalah OAP,” tutup Ayomi. (*).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Berdasarkan pantauan di lapangan, penumpang yang tiba masih didominasi oleh masyarakat lokal Papua. "Penumpang paling…
Persipura dijadwalkan menjamu Deltras FC di Stadion Mandala Jayapura pada Sabtu (28/3). Meskipun memiliki sejarah…
Massa berkumpul untuk menunggu dibukanya toko pembelian emas di kawasan tersebut guna menjual hasil dulang…
Mantan Kepala Distrik Waan, Kabupaten Merauke itu mengungkapkan, AKI 3 mobil yang dicuri tersebut yakni…
‘’Sampai hari ini, kami belum menerima adanya keberatan dari perusahaan terkait ketidakmampuan dalam membayarTHR idul…
Tambahan tiga poin membuat PS Yapen kini bertengger pada posisi kedua klasemen sementara dengan raihan…