Atas gangguan yang kerap dihadapi perusahaan, TSE membutuhkan kehadiran pemerintah. Sebab, aturan pemerintah yang mengizinkan investor. Namun ketika investor sudah masuk dan mendapat masalah, pemerintah tak pernah hadir untuk membantu atau memberikan solusi.
“Kami kerap menyelesaikan masalah pemalangan dan persoalan lainnya sendirian. Hal ini cukup disayangkan, padahal kami membayar pajak setiap saat. Untuk itu, kami mengharapkan kehadiran pemerintah disetiap masalah yang kami hadapi,” keluhnya. Adapun karyawan secara keseluruhan berjumlah 11 ribuan, 30 persen diantaranya adalah OAP. “Kami juga memberi ruang seluas-luasnya untuk pengembangan SDM dengan menyiapkan lapangan pekerjaan dimana dari 11 ribu karyawan, 30 persen diataranya adalah OAP,” tutup Ayomi. (*).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Papua. Dua siswa SMAN 4 Jayapura, Hetson Mesi Sirait (XI…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIT. Berdasarkan informasi…
Pemerintah Kabupaten Keerom terus intens memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan. Melalui Dinas Perindustrian, Tenaga…
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sekaligus mendorong…
Bupati Keerom, Piter Gusbager, mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar euforia perhelatan Piala Dunia 2026 tidak…
SMA YPPK Asisi Sentani masih membuka pendaftaran peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027 karena kuota…