Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Thomi Andreas, mengatakan digitalisasi tidak hanya berlaku di kota besar saja, namun juga di tanah Papua. Pemerintah bersama BI telah mengambil langkah, baik dari sisi oprasional maupun kebijakan mendorong akselerasi pemulihan perekonomi nasional,
“Berdasarkan data per Maret 2024, tercatat volume transaksi QRIS di Papua Pegunungan mencapai 159 ribu transasksi atau 6,43. Untuk itu, BI Papua terus mendorong peningkatan penggunaan berbasis digital kepada masyarakat Papua Pegunungan.”bebernya
Thomi juga mengajak masyarakat Papua Pegunungan untuk transaksi menggunakan QRIS. Sebab, sudah ada 7.057 pelaku usaha menggunakan QRIS di Papua Pegunungan untuk mendukung transaksi digital yang lebih aman dalam melakukan transasksi keuangan.(jo)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurut Dr. Methodius Kossay, data OAP yang akurat dan valid memang sangat krusial dalam menentukan…
Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku dalam keterangannya di Jayapura, Kamis,…
"Generasi muda Papua adalah aset penting bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk membimbing,…
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P Helan, memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan…
Menjelang perayaan Hari Raya Trisuci Waisak, umat Buddha di Kota Jayapura mulai sibuk bersiap. Vihara…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mendistribusikan bantuan logistik ke Kabupaten Mamberamo Raya mengantisipasi…