

Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kemen LHK, Hanif Faisol (tengah) memberikan keterangan terkait target Indonesia dalam menekan emisi rumah kaca dan karbon disela – sela kegiatan penanaman bakau di Mendug, Teluk Youtefa, Kamis (26/4) (foto: Gamel/Cepos)
JAYAPURA – Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kemen LHK, Hanif Faisol mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki target bisa menanam pohon mangrove sebanyak 600 ribu selama 5 tahun.
Dari potensi hutan mangrove yang dimiliki seluas 3,37 juta hektar dan masih memiliki potensi di angka 700 ribu hektar, maka peluang untuk aktif terlibat dalam menurunkan emisi rumah kaca dan karbon sangat terbuka.
Hanif menyebut peran mangrove sangat penting untuk menghandle climate crisis atau climate change.
“Jadi kita juga tidak memungkiri jika peran mangrove bisa menyerap 5 kali lebih baik karbon di udara dibanding pohon lain. Kami masih punya banyak target, sebab bumi tidak menunggu kita hingga 2020 dan Indonesia di internasional juga setuju untuk menekan angka emisi rumah kaca dan juga karbon,” kata Hanif menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos pada kegiatan penanaman serentak 25.000 mangrove se Indonesia yang dilakukan di Mendug, Teluk Yotefa, Kamis (26/4).
Kegiatan ini melibatkan BPKH, BPDAS, BBKSDA dan Pemprov Papua dan kata Hanif upaya tersebut harus menggandeng provinsi, sebab yang dilakukan KLHK tidak akan berdampak apa – apa jika tidak didukung sepenuhnya oleh gubernur dan bupati. Disebutkan bahwa 25 April merupakan bulan kelima dilakukan penanaman serentak se Indonesia dan penanaman mangrove telah dilakukan di 25 lokasi serentak seluruh Indonesia.
Ini bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kulitas lingkungan hidup dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan serta upaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan dengan memperbanyak tegakan pohon. Selain itu juga meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat atas pelaksanaan program pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan khususnya kegiatan penanaman pohon.
“Keberadaan pohon dan lahan yang baik akan meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi perubahan iklim. Selain itu, sebagai langkah positif restorasi dan melindungi lingkungan. Kita tidak hanya memberikan manfaat bagi bumi tetapi juga menciptakan warisan untuk generasi mendatang,” jelasnya.
Page: 1 2
Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…
Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…
Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…
Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…
Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…
Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…