

Harris Manuputhy (foto:Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) Papua mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap stok dan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran.
Ketua Aprindo Papua, Harris Manuputthy mengatakan, isu kenaikan harga pangan maupun bapok sampai saat ini belum terjadi.
Ketersediaan stok bahan pokok, masih lancar, tidak ada kendala, bahkan harga bapok juga masih stabil. “Belum ada kenaikan harga, bahkan permintaan juga masih stabil, “ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Minggu (22/9) kemarin.
Diakuinya, saat ini semua harga khususnya di ritel modern masih stabil. Bahkan hampir semua ritel di Jayapura menyediakan minyak goreng Rp 17.500/liter pengganti minyakita, gula pasir Rp 18 ribu, beras SPHP Rp 67.500/5kg, daging ayam, telur, dan kebutuhan lainnya masih stabil,”ungkapnya.
Menurutnya, harga stabil yang tengah terjadi ini juga merupakan upaya pemerintah bersama tim TPID yang secara rutin melaksanakan program pengendalian inflasi daerah.
“Kami sangat mendukung upaya pemerintah dalam menekan inflasi daerah, guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya. Selain itu juga dengan stabilnya harga barang juga akan meningkatkan permintaan masyarakat,”tandasnya. (ana/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menilai pendekatan keamanan dalam penanganan konflik…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan hari ke enam ini…