

Driver ojol dari berbagai aplikator saat menunggu orderan dari konsumen di Kotaraja, Senin (19/5). (foto:Priyadi/Cepos)
JAYAPURA – Adanya larangan driver ojek online (ojol) yang tidak boleh mengambil penumpang di kompleks perumahan warga dan dekat pangkalan ojek tak berpengaruh terhadap driver aplikator ojol Grab dan Gojek.
Hal itu diakui salah satu driver ojol aplikator Grab, bernama Rosi. Ia mengaku bahwa beberapa hari lalu ada salah satu aplikator yang melakukan aksi demo lantaran dibatasi dalam menarik penumpang.
Namun itu tak berpengaruh terhadap dirinya, sebab Rosi lebih fokus pada pengantaran makanan dan minuman pesanan pelanggan.
“Jika ada penumpang yang diangkut maka itu hanya waktu tertentu saja, seperti saat pulang sekolah dan pegawai pulang kantor,” kata Rosi kepada Cenderawasih Pos, Senin (19/5).
Rosi tak menampik jika saat ini, maraknya ojol dengan berbagai aplikator yang masuk di Kota Jayapura dengan menawarkan berbagai kelebihan dan keunggulan yang berdampak pada pendapatan ojek pangkalan, taksi dan mobil rental.
“Perlu diatur dengan baik sehingga sama-sama dalam bekerja dan tidak terjadi gesekan di lapangan,” kata Rosi.
Lainnya, Erik mengaku fokus menjadi driver ojol antar pesan makanan konsumen. “Merasa tidak enak ketika mengambil penumpang di kompleks warga dan di situ sudah ada pangakalan ojek,” ucapnya.
Page: 1 2
Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…
Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…
Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…
Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…
Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…
Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…