Sementara Ana, salah satu masyarakat di Kota Jayapura berpendapat bahwa keberadaan ojol tidak menjadi masalah. Menurutnya, sebagai ibu kota provinsi, Jayapura harus mengikuti perkembangan teknologi.
“Pangkalan ojek juga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan ini, terutama karena beberapa diantaranya sudah memiliki langganan sendiri,” ujarnya.
Namun, Ana menekankan bahwa aplikator ojol seperti Maxim yang fokus pada antar jemput penumpang perlu diatur dengan baik. Hal ini untuk menghindari gesekan dengan taksi, driver rental mobil, atau ojek pangkalan.
“Dengan demikian, semua pihak dapat bekerja dengan nyaman dan mencari penumpang tanpa masalah,” tandasnya. (dil/fia)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
“Perbatasan tidak boleh hanya dipandang sebagai garis pemisah, tetapi harus menjadi ruang perjumpaan, ruang…
Stok beras di Merauke, Papua Selatan, mulai mengalami penurunan sejak Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi…
Penegasan tersebut terutama ditujukan kepada pedagang yang berasal dari luar wilayah Kota Jayapura, seperti…
Papua Selatan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kawasan strategis dalam pembangunan lumbung…
Abisai mengatakan, keberadaan area parkir menjadi salah satu bagian penting dalam penataan pasar. Masyarakat…
Maraknya aksi tawuran yang berulang pada malam hari memaksa aparat kepolisian memperketat pengawasan di titik-titik…