Sementara Ana, salah satu masyarakat di Kota Jayapura berpendapat bahwa keberadaan ojol tidak menjadi masalah. Menurutnya, sebagai ibu kota provinsi, Jayapura harus mengikuti perkembangan teknologi.
“Pangkalan ojek juga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan ini, terutama karena beberapa diantaranya sudah memiliki langganan sendiri,” ujarnya.
Namun, Ana menekankan bahwa aplikator ojol seperti Maxim yang fokus pada antar jemput penumpang perlu diatur dengan baik. Hal ini untuk menghindari gesekan dengan taksi, driver rental mobil, atau ojek pangkalan.
“Dengan demikian, semua pihak dapat bekerja dengan nyaman dan mencari penumpang tanpa masalah,” tandasnya. (dil/fia)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Papua selama ini dikenal sebagai tanah yang diberkahi kekayaan alam luar biasa. Hutan-hutannya rimbun, tanahnya…
Dalam rangka menyikapi situasi dan kondisi yang kerap terjadi di tanah Papua, dalam hal ini…
UNTUK pertama kalinya, Timnas Futsal Indonesia U-16 berhasil merengkuh gelar juara Piala AFF Futsal U-16…
Rencana pengiriman bantuan pangan ini disampaikan bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze setelah melakukan rapat dengan…
Di tengah kampung wisata yang berada di atas Danau Sentani ini, berdiri satu sekolah dasar,…
Plt Direktur RSUD Wamena dr. Charles Manalagi, Sp.OG mengakui jika apabila berbicara terkait penyakit TBC,…