Sementara Ana, salah satu masyarakat di Kota Jayapura berpendapat bahwa keberadaan ojol tidak menjadi masalah. Menurutnya, sebagai ibu kota provinsi, Jayapura harus mengikuti perkembangan teknologi.
“Pangkalan ojek juga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan ini, terutama karena beberapa diantaranya sudah memiliki langganan sendiri,” ujarnya.
Namun, Ana menekankan bahwa aplikator ojol seperti Maxim yang fokus pada antar jemput penumpang perlu diatur dengan baik. Hal ini untuk menghindari gesekan dengan taksi, driver rental mobil, atau ojek pangkalan.
“Dengan demikian, semua pihak dapat bekerja dengan nyaman dan mencari penumpang tanpa masalah,” tandasnya. (dil/fia)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Upaya penyelundupan barang terlarang, terutama Narkotika jenis ganja sebelumnya marak diungkap saat diselundupkan lewat jalur…
Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken kepada wartawan di Merauke menyebut, jumlah tenaga…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menjelaskan bahwa saat hujan deras turun bersamaan dengan pasangnya…
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mewajibkan platform seperti…
Tersangka pertama berinisial MM (23) yang diamankan di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua, Distrik Jayapura…
Kisah itu kini menjadi perbincangan luas di masyarakat. Banyak yang merasa kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan…