Categories: EKONOMI BISNIS

Strategi Meningkatkan Penerimaan Pajak di Tengah Kabar Setoran Pajak Anjlok

JAYAPURA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Provinsi Papua, Papua Barat Maluku (Papabrama) akan terapkan strategi penerimaan pajak, guna mengoptimalisasi penerimaan pajak sepanjang 2025.

Sebagaimana laporan APBN 2025 mencatat, penerimaan pajak Januari-Februari 2025 senilai Rp187,8 triliun. Angka itu lebih rendah dari periode yang sama pada 2024 senilai Rp269,02 triliun.

Terhadap itu, Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan, Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Papua, Papua Barat dan Maluku (Papabrama), Raden Aariyo Bisawarno mengatakan ada strategi dalam meningkatkan penerimaan pajak. Apalagi setelah adanya refocusing anggaran.

“Strategi yang bisa dilakukan dalam meningkatkan penerimaan pajak yaitu dengan memperluas basis perpajakan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, mendorong tingkat kepatuhan melalui pemanfaatan teknologi sistem perpajakan dan memperkuat sinergi, joint program, serta penegakan hukum,”ungkapnya, Jumat (14/3).

Selain itu,  DJP juga melakukan strategi pengawasan yang lebih efektif untuk mendeteksi dan menindak wajib pajak yang tidak mematuhi kewajiban pajaknya.

DJP juga meningkatkan kesadaran wajib pajak tentang pentingnya mematuhi kewajiban pajaknya, mengembangkan sumber daya manusia dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengumpulan pajak.

“Dengan upaya dan strategi tersebut, DJP berharap dapat meningkatkan penerimaan pajak dan memenuhi target penerimaan pajak yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Sambungnya, penerimaan pajak memiliki penerimaan bulanan yang spesifik, salah satunya adalah pada saat pergantian tahun. Penerimaan akan meningkat pada Desember (efek Nataru dan akhir tahun anggaran) yang kemudian menurun pada Januari dan Februari.

“Penerimaan pajak pada Desember 2024 hingga Februari 2025 menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk penerimaan pajak Januari- Februari 2025 melambat dibandingkan tahun 2024 akibat harga komoditas,” jelasnya.

Beberapa harga komoditas utama yang melambat antara lain Batubara (-11,8%), Brent (-5,2%), dan Nikel (-5,9%). (dil/fia).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Pengalihan ASN ke Kementerian Jadi Solusi Tekan Belanja Pegawai

Wacana redistribusi atau pengalihan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Papua ke kementerian dan…

4 hours ago

Warga Diminta Waspadai Kejahatan di Ruang Digital

  Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto menyampaikan, platform seperti WhatsApp,…

5 hours ago

Wali Kota: Bangun Tempat Ibadah Butuh Komitmen Moral

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Oikumene…

6 hours ago

Nggam Bu, Pesona Air Biru yang Dijaga Masyarakat Adat

Airnya sebening kaca dengan gradasi biru kehijauan. Dasar sungai tidak terlihat jelas, sementara pepohonan rindang…

7 hours ago

Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkot Siapkan Konvoi Merah Putih

  Konvoi yang menjadi salah satu agenda resmi HUT RI tingkat Kota Jayapura ini akan…

8 hours ago

Minimnya Anggaran hingga Maraknya Tambang Ilegal Jadi Sorotan

Rapat kerja Komisi IV DPR Papua bersama Dinas ESDM Provinsi Papua di ruang rapat Komisi…

9 hours ago