Categories: EKONOMI BISNIS

Dampak Banjir, Kerugian PDAM Capai Rp 2,5 Miliar

Entis Sutisna. ( FOTO : Yohana/Cepos)

Intik Rusak Parah, Konsumen Belum Bisa Dilayani

JAYAPURA – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Jayapura nampaknya  membawa kerugian besar bagi Perusahaan Daerah Air Minum  Jayapura. Selain menghancurkan intik dan pipa-pipa transmisi,  PDAM Jayapura memprediksi kerugian yang dialaminya mencapai Rp 2,5 miliar.

 Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna mengatakan,  kondisi di Sentani sampai dengan saat ini pihaknya tidak bisa memanfaatkan sumber air yang ada di Pos 7, karena kondisi 2 intik di sana mengalami rusak parah, dan untuk biaya perbaikannya membutuhkan biaya Rp 2,5 miliar, belum termasuk dengan perbaikan pipa transmisi serta jalur pipa ke perumahan masyarakat.

“Sampai dengan saat ini para pelanggan kami yang berada di Sentani belum bisa kami layani pendistribusian air, karena memang kondisi intik rusak parah. Selain itu kami juga belum bisa pastikan jaringan-jaringan ke rumah warga apakah sudah tersumbat material atau tidak karena saat ini kami masih mengupayakan perbaikan,”ungkap Entis kepada Cenderawasih Pos, Jumat (12/4) kemarin.

 Agar pelayanan PDAM tetap berjalan, pihaknya telah menyediakan 3 mobil tangki yang berada di Sentani untuk melayani permintaan air bersih bagi para pelanggan, masyarakat maupun para korban banjir yang membutuhkan air bersih.

“Dalam pelayanan kami tersebut, murni untuk membantu masyarakat dan tidak dipungut biaya apapun, karena murni merupakan bantuan kemanusian. Ke depan kami akan segera melakukan pemasangan intik baru untuk melayani permintaan masyarakat,” jelasnya.

 Lanjutnya, perbaikan yang akan pihaknya lakukan butuh waktu sekitar 2 minggu, sekaligus pemasangan pipa transmisi sepanjang 100 meter dengan kecepatan air 10 liter  kubik /detik yang akan disalurkan kepada 3.723 sambungan rumah. (ana/ary)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

11 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

19 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

20 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

22 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

23 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

24 hours ago