

Halita seorang penjual cakar bongkar di Pasar Sentral Hamadi, Selasa (3/9) lalu.
JAYAPURA – Trend penjualan cakar bongkar (Cabo) di Kota Jayapura terus menjamur. Bahkan semakin lama semakin keren penataannya, karena adanya penjualan Cabo layaknya distro. Meski demikian hal tersebut tidak membatasi penjualan Cabo di pasaran. Hal ini diungkapkan Halita, penjualan Cabo di Pasar Sentral Hamadi.
“Perbedaan Cabo yang kami jual dengan yang model distro yaitu mereka sudah laundry Cabonya , sementara kami belum laundry,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (3/9) kemarin.
Diakuinya, dari sisi harga dan kualitas hampir sama, tidak jauh berbeda. Rata-rata Cabo yang dijual merupakan pakaian impor.
“Saya biasanya beli 1 – 2 ball harus bayar Rp 6 juta – Rp 12 juta, yang mana untuk 1 ball untuk baju kaos maupun kemeja ada 300 picis. Sementara untuk celana panjang cewek 200 picis dan celana panjang pria sebanyak 150 picis, ” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (3/9) kemarin.
Diakuinya untuk harga jual bervariasi, seperti celana panjang jeans Rp 70 ribu/picis, baik pria maupun wanita, celana pendek jeans Rp 40 ribu- Rp 50 ribu, baju Rp 20 ribu, dress Rp 70 ribu dan sebagainya.
Menurutnya, permintaan saat ini masih didominasi celana pendek, celana panjang dan baju kaos.”Permintaan cakar bongkar biasanya meningkat, pada momen Natalan karena permintaan masyarakat sangat tinggi, khususnya untuk baju dress import dan kami selalu pasok lebih untuk melayani permintaan masyarakat, “ungkapnya.
Ditambahkan, untuk penjualan 1 ball Cabo bisa 2-3 bulan dan khusus momen Natalan pasti 2-3 ball yang pihaknya siapkan. (ana/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Terkait ini Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama Polres Yahukimo membantah tuduhan yang sempat…
Meneri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pasokan batu bara untuk…
Aksi bejat yang tidak bisa diterima akal sehat mengguncang Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). R…
Keberadaan jenazah Nahkoda KMN Sardi Utama bernama Ahir yang sehari-harinya dipanggil Rizal belum jelas. Nahkoda…
Pikiran melayang ke mana-mana padahal kamu sudah mencoba fokus. Menyalahkan diri sendiri malas, tidak disiplin,…
Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga membuat laporan yang diwakili oleh Relawan Teras Peduli ke…