Perilaku ini sering kali berujung pada keputusan yang tidak rasional. Banyak masyarakat yang terburu-buru membeli tanpa memperhitungkan bahwa harga emas bisa saja turun kembali setelah periode kenaikan. Akibatnya, sebagian dari mereka harus menunggu hingga harga emas kembali pulih untuk bisa meraih keuntungan.
Di tengah fluktuasi ekonomi, emas dinilai tetap stabil dan aman dibandingkan instrumen keuangan lain. Investasi jangka panjang, pembeli emas saat harga naik biasanya bertujuan untuk jangka panjang (tabungan masa depan, dana pendidikan, atau haji).
“Fenomena Fear of Missing Out (Fomo), adanya ketakutan tertinggal momen (Fomo) saat melihat harga emas melonjak, memicu perilaku borong emas karena merasa kenaikan akan terus berlanjut,” terangnya. (dil/fia)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Seluruh pihak harus bersama-sama mendorong lahirnya generasi muda yang bangga terhadap identitas dan warisan…
Pemerintah Kabupaten Jayapura mengubah sistem pengangkutan sampah dengan menerapkan aturan baru agar masyarakat tidak lagi…
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menegaskan tindakan menghilangkan nyawa seseorang secara sengaja merupakan…
Kepala SSPG Jayawijaya Wamena, Wamena Kota Melkyas Tangkelangan, S.IP menyatakan Dapur MBG yang baru beroperasi…
Mewakili Rektor Uncen, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Uncen, Dr. Septinus Saa, S.Sos, M.Si.,…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH mengatakan setelah SK 820 CASN formasi 2024-2025 diserahkan maka…