Categories: BERITA UTAMA

Paulus Waterpauw Muncul dan Angkat Bicara Soal Pilkada

Ia menyayangkan proses pencarian partai yang dikatakan kurang sehat. Jika sedari awal dilakukan dengan cara tak sehat maka sulit memberikan tauladan bagi yang lain terlebih generasi muda. Purnawirawan Polisi  berpangkat Komjend ini menganalisa bahwa Pemilu tahun 2024 ini erat kaitannya dengan apa yang akan ditinggalkan pada generasi millenial atau gen Z. Pasalnya menurut Paulus   Waterpauw, jika salah di ujungnya tentu berimplikasi pada generasi saat ini.

“Tahun 2024 adalah tinggal landasnya generasi beby boomers yang meninggalkan generasi millenial dan gen Z itu tidak boleh salah memberikan contoh dan tauladan. Siapapun dia harus menjadi teladan  jadi tidak bisa mengambil keputusan seenaknya. Ada mekanisme proses dan aturan yang harus dijalankan semua pihak,” singgungnya.

Mantan Pj Gubernur Papua Barat ini juga menanggapi bahwa tak elok mengambil keputusan dengan cara menekan untuk memenangkan diri sendiri. Dan terkait ini ia melihat rakyat juga sangat paham.

“Kalau orang Jawa mengatakan ora elok, tidak bagus, tidak santun, tidak benar dan merusak citra dan pandangan termasuk tatanan kehidupan berpolitik. Saya memang bukan orang politik tapi saya paham politik yang santun. Kalau ada yang memberikan perlawanan nanti dikesankan tidak loyal, tidak bisa begitu. Kalau dapat rekomendasi dengan baik dan santun ya selamat melanjutkan perjuangan di Tanah Papua,” paparnya.

Papua kata Waterpauw tidak bisa dilihat sama seperti daerah lain karena sangat tertinggal karenanya ia memiliki pandangan  bahwa untuk membenahi Papua harus membenahi pemimpin dan penyelenggara negaranya.

“Belajarlah dengan 10 tahun terakhir bahwa Papua sangat tertinggal dan itu membuat kita malu. Itu karena penyelenggaranya tidak paham etika kehidupan dan jadi pemimpin tidak bisa suka – suka apalagi mengintimidasi orang, itu pamali menurut orang tua saya. Papua memerlukan pemimpin yang paham, tidak boleh gagal paham,” tambahnya.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Staf Ahli DPRK Mimika Jadi Korban BegalStaf Ahli DPRK Mimika Jadi Korban Begal

Staf Ahli DPRK Mimika Jadi Korban Begal

Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras.…

12 hours ago

101 Siswa di Merauke Dinyatakan Tidak Lulus

Bupati menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari 23 SMA dengan jumlah peserta ujian 2.988 orang dan…

13 hours ago

Pemkab Merauke Ajukan Formasi Khusus Guru ke Kementrian PAN-RB

‘’Kita sudah menyurat ke Kementrian PAN RB untuk adanya formasi khusus guru di Kabupaten Merauke,’’…

14 hours ago

SDN Dunlop Sentani Sudah 17 Kali Dipalang, Pemkab dan Pemilik Tanah Sepakat Tempuh Jalur Hukum

Sengketa lahan SD Negeri Dunlop Sentani kembali memanas. Pemilik hak ulayat menuntut Pemerintah Kabupaten Jayapura…

15 hours ago

Sengketa Tanah di Kabupaten Jayapura Capai Ratusan Miliar

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DP2KP) Kabupaten Jayapura, Fredy Wally, mengungkapkan bahwa persoalan…

16 hours ago

Tolak Berikan Bensin Gratis, Pemilik Kios Jadi Korban Penikaman

Aksi kekerasan menimpa seorang pemilik kios berinisial YSE (35) di Jalan Poros SP 5, Distrik…

17 hours ago