Categories: BERITA UTAMA

Pemprov Klaim Penduduk Miskin Turun 0,53 Persen

JAYAPURA – Agenda DPR Papua terkait Rapat Paripurna dalam rangka Pembahasan Raperdasi Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023 digelar Senin (29/7). Dihadiri 42 anggota DPR Papua.

Disini sejumlah data dibeberkan Pemprov terkait pembangunan dan kesejahteraan sosial. Meski dengan kondisi anggaran yang tidak sebaik dua tahun lalu, namun menariknya Pemprov mengklaim masih bisa melakukan perbaikan dan perubahan ke arah positif.

    Rancangan Perdasi tentang Pertanggung jawaban APBD TA 2023  sendiri merupakan wujud kinerja Pemerintah Provinsi Papua sebagai tahun kelima atau tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua Tahun 2019-2023.

    Pj Gubernur, Ridwan Rumasukun menyampaikan bahwa patut disyukuri penyelenggaraan pemerintahan tahun 2023 tetap optimal, meski tahun 2023 yang merupakan tahun kedua implementasi Undang-Undang Nomor 2 tahun 2021 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

  Termasuk dibentuknya 3 (tiga) Daerah Otonom Baru (DOB) di Provinsi Papua yang mengakibatkan perubahan dan penurunan komposisi dan besaran fiskal kita yang menurun sangat tajam, sehingga berdampak pada program atau kegiatan yang bersifat lokal, regional dan nasional sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah Provinsi dan kabupaten/kota.

    Disini Ridwan memaparkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia Papua tahun 2023 sebesar 63,01 meningkat 0,85 point dibandingkan tahun sebelumnya dengan IPM sebesar 62,16. Selama 2020-2023, IPM Provinsi Papua rata-rata meningkat sebesar 0,97persen per tahun. “Ini menggambarkan pelaksanaan percepatan pembangunan yang berpusat pada manusia atau people center development semakin terlihat hasilnya,” kata Ridwan dalam ruang sidang, Senin kemarin.

   Lalu presentase penduduk miskin pada Maret 2023 tercatat sebesar 26,03 persen, turun 0,53 persen. Kemudian ekonomi Papua tahun 2023 tumbuh sebesar 4,20 persen diikuti dengan penurunan laju inflasi.

   Kemudian Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Papua pada Februari 2023 sebesar 3,49% lebih rendah dibandingkan Februari 2022 yang sebesar 3,60%.  Inflasi pada periode September 2022 maret 2023 (0,28%) lebih rendah dibandingkan maret 2022 September 2022 (4,13%). “Dapat kami sampaikan bahwa Provinsi Papua masuk dalam 5 Provinsi di Indonesia dengan inflasi terendah,” ujar Ridwan.

    Ini menandakan pertumbuhan ekonomi yang didukung pelaksanaan program daerah dan seluruh pelaku ekonomi di Provinsi Papua mampu membuka lapangan kerja di tahun 2023.

“Lalu dengan segala keterbatasan ternyata Papua masih bisa mencatat meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI,” beber Ridwan.

   Ridwan membeberkan terkait kinerja pelaksanaan APBD Provinsi Papua TA 2023 dimulai dari kinerja pendapatan daerah berlangsung efektif, pendapatan-LRA Pemerintah Provinsi Papua periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2023 yang terealisir sebesar Rp.3,73 Triliun atau mencapai 102,48% dari target yang ditetapkan dalam APBD setelah perubahan sebesar Rp3,64 Triliun. Hal ini berarti melebihi target pendapatan sebesar Rp.11,04 Milyar atau 2,48%.

    Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari Pendapatan Transfer sebesar Rp.2,44 Trilyun atau 65,48%, selanjutnya kontribusi PAD sebesar 20,65% atau 770,91 Miliar dan Lain-lain Pendapatan yang Sah dengan kontribusi 13,87% atau Rp.517,86 Miliar.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Arthur Viera: Persipura Bukan Sekadar Klub

Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…

4 hours ago

Komnas HAM: Itu Kejahatan Serius!

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…

5 hours ago

Dari 5 Kasus, Amankan 9 Tersangka dengan Barang Bukti 2,5 Kg Ganja

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…

7 hours ago

Rumah Tenaga Medis hingga Jalan Jadi Aspirasi Warga Mamberamo Raya

Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…

8 hours ago

Harga Bapok di Pasar Melejit, Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli

Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…

9 hours ago

Memiliki Kesamaan Budaya Sepak Bola, Bek Persipura Sebut Papua Mirip Brasil

Selain itu, bermain sepak bola juga lazim dilakukan di berbagai lokasi terbuka, situasi yang menurutnya…

10 hours ago