

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo saat pertemuan dengan masyarakat di Para-para adat Kampung Skouw Yambe, Rabu (28/5). (foto:Takim/Cepos)
JAYAPURA-Masyarakat Adat di tiga kampung Skouw Sae, Skouw Mabo dan Skouw Yambe sepakat untuk menyerahkan sektor wisata agar dikelola oleh Pemerintah Kota Jayapura.
Komitmen ketiga kampung adat ini telah dimuat dalam satu kesepakatan Komitmen bersama antara Pemerintah Kota Jayapura dan Para Ondoafi juga kepala suku dalam rangkaian kegiatan Turkam yang berlangsung sejak 19 – 28 Mei di tiga Kampung tersebut.
Khusus pengelolaan sektor wisata, masyarakat adat mengusulkan komitmen bersama tersebut akan lebih kuat ketika didorong dalam Peraturan Kampung (Perkam).
Menanggapi hal ini, Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menjelaskan bahwa apa yang disarankan oleh masyarakat adat itu suatu langkah yang tepat, agar Komitmen bersama yang dibuat ini bisa berjalan dengan lancar.
“Didorong dalam Perkam, tentu hal yang perlu dilakukan, agar selama Pemerintah menjalankan komitmen bersama ini tidak ada hal-hal yang menghambat, karena dasarnya sudah jelas,” ujar Abisai Rollo saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos di sela Turkam di Kampung Skouw Yambe, Rabu (28/5).
Menurut Abisai Rollo, sebelum dimasukkan dalam Perkam, masing-masing tiga kampung ini perlu duduk bersama dengan Ondoafi, kepala suku, kepala kampung, tokoh pemuda, gereja dan pihak-pihak terkait.
“Dalam satu kampung itu harus satukan pikiran dulu, poin-poin apa yang perlu diperhatikan agar Perkam yang dikeluarkan betul-betul tepat sasaran,” ungkapnya..
“Karena peraturan itu dikeluarkan atas hasil kesepakatan bersama baru bisa ditetapkan, sehingga dalam pelaksanaannya nanti tidak ada tumpang tindih,” lanjutnya.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…