

Moment salah satu Imam Baru di Keuskupan Jayapura saat memberkati Umat yang hadir Misa Penthabisan, Minggu (28/7) kemari. (foto:Karel/Cepos).
JAYAPURA-Ribuan Umat Katholik di Keuskupan Jayapura, Papua menghadiri misa pentahbisan 6 Imam baru di Gereja St. Petrus dan Paulus Argapura, Kota Jayapura, Minggu (28/7).Misa dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You.
Keenam imam baru Keuskupan Jayapura ini, semuanya dari Ordo Fratrum Minorum (OFM) atau sering disebut Ordo Fransiskan. Yakni Agustinus Ampur OFM, Benyamin Tanang, OFM, Diakon Matius Yeriko, OFM, Diakon Ronaldus Jemai, OFM, Diakon Stefanus Noverto,OFM, Diakon Ignasius Yosef Silubun, OFM.
Dalam kesempatan ini, Uskup Yan menyampaikan pesan kepada keluarga dari para imam bahwa imam baru ini telah diserahkan kepada Gereja Katholik, untuk itu keluarga tidak lagi membebankan kehidupan keluarga kepada mereka, para imam.
“Jangan besok-besok datang anak pastor, kami butuh itu butuh ini, tidak boleh seperti itu, karena kalau sudah diserahkan untuk gereja berarti mereka ini sudah milik umat katholik,” ujarnya.
Sementara itu kepada Imam baru Uskup Yan berpesan agar dalam menjalankan tri tugas Yesus, harus menjadi gembala yang baik untuk umat katholik. Bukan untuk mencari kepentingan pribadi.
“Menjadi gembala yang baik berarti menjadi gembala yang “berbau domba”,” tuturnya.
Page: 1 2
Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…
Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…
Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…
Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…
Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…
Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…