Categories: BERITA UTAMA

Gagal Temui MRP, Aksi Demo Jilid ll Dipersiapkan

Majelis Rakyat Papua (MRP) akhirnya angkat bicara menanggapi aksi demonstrasi yang digelar oleh massa di Abepura, Senin (27/10), terkait pemusnahan burung Cenderawasih oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua pekan lalu.

Dalam aksi tersebut, massa tidak sempat membacakan pernyataan sikap lantaran tak ada satu pun perwakilan MRP yang hadir menemui mereka di lokasi demonstrasi. Massa kemudian berencana melakukan aksi lanjutan atau jilid II dalam waktu dekat. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II MRP, Max Ohee, menegaskan bahwa menemui pendemo di lapangan bukan merupakan kewenangan MRP.

Menurutnya, MRP adalah lembaga kultur yang berfokus pada urusan adat dan budaya, bukan lembaga eksekutif maupun legislatif yang memiliki tanggung jawab langsung terhadap aksi massa.

“Menemui pendemo di lokasi aksi bukan kewenangan kami. Dalam kapasitasnya, MRP adalah lembaga kultur yang mengurusi lembaga adat. Sementara aksi yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa itu bukan ranah kami untuk turun menemui mereka. Yang bertanggung jawab adalah pemerintah daerah atau DPR Papua (DPRP),” tegas Max Ohee saat dikonfirmasi, Senin (27/10).

Ia menjelaskan, apabila ada aspirasi yang ingin disampaikan kepada MRP, massa aksi dapat menugaskan satu atau dua orang perwakilan untuk mengantar surat tuntutan tersebut langsung ke kantor MRP. “Bukan kami yang datang menemui mereka. Secara aturan, tanggung jawab menemui massa aksi itu ada pada pemerintah daerah atau DPRP,” ujarnya.

Terkait persoalan pemusnahan mahkota Cenderawasih oleh BKSDA Papua yang memicu gelombang protes masyarakat adat, MRP, kata Ohee, telah mengambil sejumlah langkah konkret. Langkah pertama, MRP telah menerima kunjungan masyarakat adat yang menyampaikan aspirasi mereka. Aspirasi tersebut kemudian dibahas kemudian direkomendasi secara resmi kepada Gubernur Papua.

Page: 1 2 3 4 5

Juna Cepos

Recent Posts

Golkar Nilai Pembentukan Papua Utara Belum WaktunyaGolkar Nilai Pembentukan Papua Utara Belum Waktunya

Golkar Nilai Pembentukan Papua Utara Belum Waktunya

  Ia menjelaskan, sebelum pemekaran, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua induk mencapai sekitar…

3 days ago

Bukan Rudapaksa Tapi Cabul Terhadap Anak Dibawah Umur

Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…

3 days ago

Di RSUD Jayapura, Lima Bayi Ditinggalkan Orang Tua

  Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…

3 days ago

Pemberian MBG di Merauke Belum Merata, Pemkab Akan Lakukan Evaluasi

Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…

3 days ago

Karantina Mimika Gagalkan Upaya Pengiriman Satwa

Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…

3 days ago

Lahan SPBU Putra Baliem Mandiri Bukan Lagi Aset Pemerintah

Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…

3 days ago