“Dampak kepada masyarakat dengan kabut ini nanti kalau semakin tebal berpengaruh terhadap aktivitas dan kehidupan masyarakat, terutama udaranya sangat terganggu,” katanya. Karena itu, penggunaan masker dinilai perlu apabila kabut asap semakin pekat. Namun, BPBD Papua menyebut kondisi hingga Kamis belum menunjukkan tingkat ketebalan yang mengkhawatirkan.
“Nanti kita lihat perkembangannya, harus pakai masker itu. Namun dampaknya saat ini belum terasa. Nanti kita memonitor terus dan dalam pemantauan kami belum terlihat ketebalan kabutnya,” jelas Wisnu.
BPBD Papua, lanjut dia, akan terus memantau perkembangan hotspot, kondisi kabut, serta arah angin untuk mengantisipasi kemungkinan asap semakin masuk dan berdampak terhadap masyarakat di wilayah Papua.Wisnu juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…
Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…
Di tengah tuntutan pemenuhan hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…
- Sat Narkoba dan Polsek Wamena Kota menemukan sebuah ladang berukuran panjang 4 Meter dan…
Mengingat negara-negara demokrasi maju telah memiliki regulasi serupa, Indonesia dinilai sangat membutuhkan aturan hukum…
Kuasa hukum keluarga korban, Sergius Wabiser, mengatakan pemeriksaan saksi telah dimulai sekitar pukul 11.00 WIT.…