“Setelah kita lihat ternyata di PNG merah semua. Setelah saya cek arah anginnya dan betul ternyata arah anginnya ke arah barat, Papua. Jadi asap akibat karhutla di PNG terbawa angin menuju ke arah Papua,” jelasnya. Pergerakan asap tersebut membuat kabut bertahan hingga Kamis siang. Dampaknya dapat terlihat jelas dari sejumlah titik di Kota Jayapura.
“Sampai Kamis siang masih terjadi kabut efek asap dari PNG. Bahkan saat kita berdiri dari arah Skylan, kita sudah tidak bisa melihat daratan Holtekamp,” terangnya. Selain menerima dampak asap dari PNG, BPBD Papua juga menemukan hotspot di wilayah Papua. Di Kabupaten Keerom, tercatat lima titik hotspot yang langsung ditangani BPBD setempat.
“Untuk di Papua sendiri terpantau di daerah Keerom ada lima titik hotspot yang segera diatasi oleh BPBD setempat. Jadi tidak sempat meluas,” kata Wisnu. Menurutnya, kondisi kabut yang terjadi selama hampir sepekan ini terutama terpantau di Jayapura dan Keerom. Kedua wilayah tersebut menjadi daerah yang terdampak karena berada di kawasan perbatasan langsung dengan PNG.
“Dari pantauan kami di Pusdalops yang terpantau mengalami kabut wilayah Jayapura dan Keerom ini karena daerah ini berbatasan dengan PNG,” ujarnya. Wisnu mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai perkembangan kondisi tersebut. Jika konsentrasi asap semakin tebal, bukan hanya jarak pandang yang terganggu, tetapi juga kualitas udara dan aktivitas masyarakat.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Pegunungan mendorong penyelenggaraan pekan olahraga daerah atau Porda guna…
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Papua, Arya Sinulingga, akan melakukan koordinasi dengan pengurus PSSI Papua…
Presiden Direktur NCK, Owen Rahadiyan, mengaku puas terhadap perkembangan permainan tim selama masa pemusatan latihan…
- Sebanyak 89 crosser akan saling adu kecepatan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region VI,…
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…