Ia melihat dalam proses PSU ini, banyak anggota KPU yang dalam proses perjalannnya tersingkir akibat tidak adanya netralitas dan integritasnya yang tentunya merugikan publik dan institusi KPU sebagai lembaga penyelenggara. Oleh karena itu, diharapkan bagi seluruh managemen sekretaris dan anggota KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota dapat menjalankan PSU dengan penuh tanggung jawab dan tidak menempatkan kepentingannya sebagai dasar utama sehingga merusak pesta demokrasi yang dinantikan masyarakat di Papua.
“Jadi konsep atau pemahaman bahwa ini menjadi agenda akbar yang harus disukseskan patut dipegang teguh. Hilangkan ego atau kepentingan yang lebih kecil untuk kemaslahatan. Publik tentunya menanti bahwa pesta ini bisa berjalan secara lancar dan terhormat,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…
Kota Jayapura jadi penyelenggara setelah mendapat kepercayaan dari The Japan Foundation Jakarta. Dalam festival…