Categories: BERITA UTAMA

Tahapan Ujian CAT 823 Honorer Ditunda

JAYAPURA– Pemerintah Kota Jayapura terpaksa menunda pelaksanaan ujian Computer Assisted Test (CAT) terhadap 820 tenaga honorer yang sudah diverifikasi dan divalidasi (verval).

Semula tes ujian CAT terhadap 820 calon aparatur sipil negara (ASN) yang berasal dari tenaga kontrak K2 di kantor pemerintahan Kota Jayapura itu akan dilaksanakan pada tanggal 3 – 4 Juli mendatang. Namun karena ada aksi protes, pelaksanaan CAT ditunda.

Sekretaris Daerah Kota Jayapura,  Frans Pekey, datang menemui langsung sejumlah masyarakat dan juga tenaga honorer Pemkot Jayapura itu, untuk memberikan penjelasan mengenai langkah dan upaya pemerintah kota Jayapura menyikapi permasalahan pengangkatan tenaga kontrak di Pemkot Jayapura itu.

Salah satu hal yang ditegaskan oleh mantan PJ Walikota Jayapura itu adalah kembali menunda pelaksanaan ujian CAT terhadap 823 calon pegawai negeri sipil yang berasal dari tenaga kontrak atau honorer di lingkup pemerintahan Kota Jayapura itu.

“Saat ini Pak PJ sedang tidak enak badan, kalau beliau sudah masuk nanti, saya juga tadi sudah minta beliau untuk kami lakukan rapat terbatas, Walikota, Sekda dengan kepegawaian untuk bicara ambil langkah-langkah lebih lanjut.  820 yang mau ikut tes di tanggal 3,4 itu akan ditunda,”ujar  Frans Pekey, Kamis (27/6).

Lebih lanjut, Sekda mengatakan tindak lanjut dari aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat dan gabungan honorer dari wilayah Port Numbay itu, Pemkot Jayapura akan melakukan validasi ulang terutama untuk tenaga-tenaga honorer atau kontrak yang sudah terdaftar di dalam database tenaga kontrak maupun honorer di lingkup pemerintahan Kota Jayapura.

“Kemarin teman-teman semua ada bertemu dengan Pak PJ Wali Kota di Jembatan Merah,  itu akan kita verifikasi lagi mana yang ada dalam database,  mana yang tidak ada dalam database.  Lalu yang tidak ada dalam database Saya akan mengajak perwakilan untuk kita sama-sama bertemu dengan Kementerian,  karena itu masalah sendiri tidak bisa langsung masuk di dalam database.  Karena database itu terkunci untuk itu yang ada di luar database urusannya sendiri. Tetapi yang kita fokus selesaikan dalam waktu dekat ini adalah mereka yang sudah ada nama dalam database,”jelasnya.

“Saya punya hati untuk Port Numbai, kita akan proses yang penting nama ada dalam database maka masuk dalam 2000 kuota yang disiapkan,” tambahnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Indentifikasi Jalur Penyelundupan hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Petugas

  Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…

20 hours ago

ABR: Jangan Salah Gunakan Bantuan Pemerintah!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…

21 hours ago

Fenomena El Nino,  79 Kampung di Dogiyai Terdampak

Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga

23 hours ago

Jangan Membangun Sebelum Ada Penanganan Pascabencana

  Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…

1 day ago

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penipuan Jual Beli Motor

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…

1 day ago

Bupati Jayawijaya: CASN Jangan Buru-buru Ajukan Kredit Setelah Terima SK

Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…

1 day ago