

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana
JAKARTA – Aktivitas keuangan yang berkaitan dengan Pemilu 2024 juga menjadi perhatian Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Tidak tanggung-tanggung, PPATK memotret perputaran duit sebanyak Rp 80 triliun terkait dengan pesta demokrasi itu. Potret itu terangkum dalam 108 produk intelijen keuangan.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menerangkan, angka uang bernilai fantastis tersebut terekam sejak Januari 2023 hingga Mei 2024. Dia menyebut, produk intelijen keuangan yang dihasilkan PPATK itu berkaitan erat dengan pemilu dan melibatkan berbagai elemen. Mulai dari partai politik, anggota parpol, calon legislatif, hingga pejabat yang masih aktif menjabat.
Ivan memastikan, informasi dan data analisis tersebut sudah disampaikan ke pihak-pihak terkait sebagai tindak lanjut. Dia memerinci, sebanyak 35 hasil analisis (HA) telah diserahkan kepada Kejaksaan. Kemudian 21 HA dan 5 hasil pemeriksaan (HP) disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Selebihnya diarahkan ke Polri (1 HA dan 1 HP), Badan Intelijen Negara (3 informasi), Badan Intelijen Strategis TNI (1 informasi), dan Otoritas Jasa Keuangan (1 informasi). ’’Juga disampaikan ke KPU dan Bawaslu,’’ ujarnya.
Selama ini, PPATK berkomitmen menciptakan pemilu yang bebas, rahasia, jujur dan adil. Ivan pun menyebut komitmen itu ditunjukkan dengan inisiatif pembentukan collaborative analysis team (CAT). Terdiri dari PPATK, KPU, Bawaslu dan 157 penyedia jasa keuangan.
Pembentukan CAT tersebut, lanjut Ivan, berperan dalam penguatan kolaborasi dan sinergi untuk mendukung transparansi penyelenggaraan pemilu. ’’Dan (juga) akuntabilitas (penyelenggaraan pemilu, Red),’’ ujarnya. (tyo/bay)
Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…
Menurutnya, pengurus yang bergabung dalam organisasi olahraga harus memiliki tujuan yang sama, yakni membangun prestasi…
Siapa sangka, berawal dari modal nekat pasca-menganggur, produk hiasan dinding dan kaligrafi estetik buatannya kini…
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan simbol keberhasilan masyarakat Tolikara dalam membangun masa depan…
Usman mengaku rumahnya digeledah selama kurang lebih 30 menit. Dalam proses tersebut, ia mengklaim mendapat…
Zulhas menghitung bahwa jika penyelewengan ini terus berlanjut selama satu tahun, kerugian negara dapat mencapai…