Categories: BERITA UTAMA

Telusuri Kasus Irene Sokoy, Kemendagri Turunkan Tim Khusus

Pelayanan RSUD Mulai Diaudit

JAYAPURA – Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan langkah cepat dengan mengirimkan tim pemeriksa khusus untuk menindaklanjuti kasus kematian Irene Sokoy, ibu hamil yang meninggal setelah ditolak sejumlah rumah sakit di Jayapura. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) akan dimulai pada Rabu, 26 November 2025, di lokasi-lokasi terkait penanganan korban.

Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD) Ahli Utama Itjen Kemendagri, Rolekson Simatupang, memimpin langsung kedatangan tim yang berjumlah delapan orang tersebut. Rolekson menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respon cepat atas permintaan klarifikasi dari Inspektorat Provinsi Papua dan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri.

“Kami telah menerima berbagai informasi, namun perlu melakukan klarifikasi langsung kepada gubernur. Rabu kami mulai melakukan pemeriksaan, ada delapan orang yang akan turun,” ujar Rolekson di Kantor Gubernur Papua, Selasa (25/11).

Dalam investigasi tahap awal, Itjen Kemendagri memusatkan perhatian pada dua rumah sakit milik pemerintah daerah yang menangani kasus Irene Sokoy, yaitu RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura dan RSUD Abepura, Kota Jayapura.

Pemeriksaan tidak akan menyasar rumah sakit swasta dan RS Bhayangkara, karena berada di luar kewenangan Kemendagri. Rolekson menambahkan bahwa tenaga medis, termasuk perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), akan menjadi objek pemeriksaan guna memastikan alur pelayanan dan kepatuhan terhadap prosedur.

“Hasil pemeriksaan ini akan menjadi dasar pengembangan investigasi lebih lanjut. Setelah RS, barulah kami kembangkan pemeriksaan melalui Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Itjen Kemendagri juga berencana bertemu keluarga korban. Pertemuan akan difasilitasi oleh Gubernur Papua, namun masih menunggu kepastian dari pihak keluarga. Terkait kemungkinan sanksi jika ditemukan kelalaian, Rolekson menegaskan pihaknya tidak akan berspekulasi sebelum pemeriksaan selesai.

“Pemeriksaan ini bertujuan mengungkap tuntas fakta di balik tragedi kematian ibu hamil tersebut dan memastikan tanggung jawab pemerintah daerah dalam urusan kesehatan,” tegasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Sambut Musim Baru, Manajemen Persipura Temui Rahmad Darmawan

Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadwalkan pertemuan khusus dengan pelatih yang akrab…

1 hour ago

Wadanyon Kodap XVI Yahukimo Dibekuk di Bandara Dekai

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria berinisial YB (34) yang diduga menjabat sebagai…

2 hours ago

Dihuni Masyarakat Heterogen, Stabilitas Keamanan Jadi Prioritas

Ketua LMA Port Numbay George Arnold Awi, menegaskan bahwa Kota Jayapura adalah rumah bersama yang…

2 hours ago

Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Diputus Bebas

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Justice dan Peace menyambut baik putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi…

3 hours ago

Dari Lab Sederhana di Dok II, Lahir Harapan Baru Tenaga Kesehatan Papua

“Kampus ini dibangun untuk menjawab masalah kesehatan di Papua yang belum selesai-selesai,” ungkap mantan Kepala…

4 hours ago

Film Pesta Babi Bikin Publik Bertanya, Ada Apa dengan Papua?

Pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Kedai Kopi One Milly, kawasan Skylan, Kota Jayapura, Selasa…

5 hours ago