

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Drs Ahmad Mustofa Kamal, Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra dan Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi menunjukkan barang bukti kasus jual beli senjata dan amunisi di Timika di Mapolres Mimika, Sabtu (24/9) lalu. (FOTO: Selvi/Cenderawasih Pos )
JAYAPURA – Meski sudah diamankan dan dipertemukan dengan dua pelaku lainnya, ketua KNPB (Komite Nasional Papua Barat) Kabupaten Mimika berinisil YA masih belum mau mengungkapkan dari mana ia mendapatkan amunisi (peluru) yang kemudian dijual kepada BK yang memang menyiapkan uang untuk membeli peluru. Direskrimsus Polda Papua, Kombes Pol Faisal menyampaikan bahwa ketiganya kini masih diperiksa di Polres Mimika.
“Tapi belum ada pengakuan. YA yang menyerahkan peluru ini belum mau bicara darimana ia mendapatkan amunisi tersebut,” kata Faisal kepada Cenderawasih Pos di Polda Papua, Senin (26/9).
Meski masih bungkam, kata Faisal penyidik masih akan mencari bukti lain termasuk satu pelaku yang dalam pengejaran. “Ia ada 1 pelaku lagi yang dalam penyelidikan. Jadi semuanya ada 4 orang,” tambahmya.
YA sendiri bungkam karena ia juga tidak dapat begitu saja melainkan ada rangkaian.
“Inikan rangkaian jadi semisal YA dapat darimana hingga sampai ke tangan dia ini yang masih ditutupi,” jelas Faisal.
Selain itu dikatakan masih ada satu jenis peluru V2 Sabhara yang belum terungkap. Sementara terkait pendanaan untuk membeli amunisi ini kata Kombes Faisal informasi sementara uang ini diperoleh dari kelompok KKB Undinus Kogoya namun penyidik masih mencaritahu darimana saja aliran dananya.
Sedangkan untuk pelaku dijelaskan bahwa BK, MN dan YA semua masih di Timika. “Kami pikir disana mampu menangani yang begini – begini,” imbuhnya. (ade/wen)
Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…
Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…
Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…
Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…
Dalam laporan tersebut, kekayaan Suyudi terdiri atas sejumlah aset tidak bergerak dan bergerak. Untuk tanah…
”Kapolri baru, harapan baru untuk membenahi institusi Polri,” ujar Abdul Rachman Thaha yang akrab disapa…