

Korban penjaga kios, Lukman Ahmad (32) saat dilakukan penanganan medis di RSU Ilaga usai terkena tembakan di bagian pelipis pada Rabu (23/8). Meski demikian ia masih dalam kondisi sadar. (FOTO:Humas Polda)
TNI/Polri di Puncak Siaga Satu
JAYAPURA – Pasca kejadian penembakan seorang penjaga kios bernama Lukman pada Kamis (24/8) kemarin, saat ini seluruh aparat keamanan di Kabupaten Puncak melakukan siaga satu untuk mengantisipasi bentuk serangan lain yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
“Ia, secara otomatis aparat TNI Polri melakukan siaga satu,” kata Kapolres Puncak, I Nyoman Punia melalui ponselnya Jumat (25/8).
Ia juga menyatakan bahwa pasca tertembaknya Lukman, kelompok tersebut sempat membakar dua bangunan yang lokasinya cukup jauh dari Polres. Hanya saja disini Kapolres menyampaikan bahwa yang dibakar bukanlah gudang beras melainkan dua rumah warga yang memang tidak ditempati.
“Itu rumah kosong, jadi bukan gudang beras. Mungkin salah persepsi saja,” jelas Punia.
Gudang beras yang sempat dibangun untuk penampungan bahan makanan saat Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi terkena musibah iklim bulan Juli kemarin ini dikatakan masih aman karena berada di depan Polsek Ilaga dan bantuan beras juga sudah diterima masyarakat jadi insiden pembakaran terakhir tidak menyentuh gudang beras tersebut.
Pembakaran seperti ini lanjut Punia juga biasa digunakan oleh KKB untuk memancing aparat jika mendatangi lokasi kemudian akan dihajar dengan tembakan atau istilah polisi lainnya disanggong.
“Itu pancingan saja, biasa mereka begitu. Pancingan dengan membakar kemudian kami mendatangi lokasi dan disana mereka (KKB) sudah menunggu untuk menembak pasukan. Tapi kami tidak terpancing sehingga mereka langsung pergi,” beber Kapolres.
Disinggung soal kelompok yang menyerang penjaga kios Lukman, kata Kompol Punia pihaknya belum bisa memastikan dari kelompok mana namun ia menyatakan bahwa pelaku adalah KKB.
“Di Puncak ada tiga kelompok soalnya, ada kelompok Numbuk Telenggen, Kelompok Kalenak Murib dan Jelek Waker tapi kami belum bisa memastikan pelaku yang kemarin dari kelompok mana, masih kami selidiki,” imbuh Kompol Punia.
Ipaun menjelaskan bahwa saat kejadian saat itu korban hendak menutup kios lalu datang OTK dan langsung keluarkan senjata lalu menembak hingga korban terjatuh.
“Tapi korban sudah kami evakuasi kemarin ke Timika,” tutup Kapolres Punia. (ade/wen)
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…