Categories: BERITA UTAMA

Alasan Mata-mata, Jangan Jadikan Sipil dan Toga Sebagai Korban!

JAYAPURA-Kekerasan bersenjata yang kerap terjadi di wilayah konflik di Papua yang korbannya bukan hanya warga sipil melainkan juga tokoh agama (Toga). Sebagaimana peristiwa yang terjadi di Kabupaten Nduga belum lama ini, dari 11 warga sipil yang dibantai, dua di antaranya tokoh agama versi data dari pihak Kepolisian.

Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr Leo Laba Ladjar OFM menyebut, pembantaian terhadap sipil adalah perbuatan yang tidak berprikemanusiaan.

“Mereka (KKB-red) mengklaim orang yang dibunuh adalah intel, padahal orang-orang sipil yang bekerja di daerah tersebut. Kami rasa ini  kekejaman yang keterlaluan. Dimana di antara korban tersebut ada seorang ustaz dan pendeta,” ungkap Uskup Leo Ladjar saat ditemui Cenderawasih Pos di Jayapura, Senin (25/7).

Lanjut Uskup Leo Ladjar, padahal tokoh-tokoh agama terus menyuarakan damai di tanah Papua namun kerap menjadi korban.

“Jika punya urusan politik bicaralah dan berunding, tidak dengan membunuh orang secara keji. Jangan jadikan sipil dan tokoh agama sebagai korban dengan alasan dicurigai sebagai intel,” tegasnya.

“Kami rasa kelompok ini (KKB-red) sedang mencari alasan hanya untuk membenarkan dirinya atas segala kejahatan yang dilakukan, dan kita tidak terima itu,” sambungnya.

Uskup Leo Ladjar mengakui bahwa gereja selalu bersuara dengan kejadian kekerasan di tanah ini,  namun makin lama suara gereja tidak lagi didengarkan.

“Kelompok seperti ini tidak mungkin mendengar ajakan keagamaan, mereka (KKB-red) sudah buta. Tidak ada penghayatan keagamaan sehingga bisa bunuh orang seenaknya,” kata Uskup.

Ia berharap pihak keamanan dan pemerintah daerah harus bertindak tegas dengan tidak langsung memerangi kelompok ini. Namun menjaga keamanan di daerah tersebut  dan menjaga agar kelompok ini tidak menimbulkan korban lagi.

“Kalau hanya teriakan moral agama itu tidak didengarkan. Sebab kelompok ini tidak bermoral dan tidak peduli dengan agama. Kita selalu  bersuara agar kelompok ini tidak menjadikan sipil dan tokoh agama sebagai korban dalam konflik bersenjata. Namun mereka tidak mendengar dan tidak peduli,” bebernya.

Dikatakan,  mereka (KKB-red) punya cita-cita untuk Papua merdeka, namun perjuangan mereka membenarkan segala cara dengan membakar sekolah, membunuh orang.

“Perjuangan mereka di luar  perjuangan yang sehat. Kami harap bupati dan aparat keamanan di setiap kabupaten di Papua bersatu dan menjaga rakyat untuk menentang kelompok ini. Jangan diam diam malah mendukung kelompok ini,” tegasnya. (fia/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KKBPAPUA

Recent Posts

Tak Ada Budidaya, Populasi Udang Selingkuh Semakin Berkurang

Udang Selingkuh Wamena adalah lobster air tawar endemis Papua yang secara ilmiah termasuk dalam Cherax…

8 hours ago

Banyak Masyarakat NTT Berkontribusi di Papua Selatan

Dialog tersebut mengusung tema "Generasi Muda, Identitas, dan Realitas Sosial. Wagub Paskalis mengemukakan banyak masyarakat…

9 hours ago

Medical Klinik Pertama Milik OAP Kini Hadir di Merauke

Medical Klinik pertama milik orang asli Papua kini hadir di Merauke seiring dengan peresmian dan…

10 hours ago

Sempat Ditungggu Habiskan Makan, Satu Anggota KKB Intan Jaya Dibekuk

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap seorang pemuda berinisial EK (18) di Kampung Bilogai,…

11 hours ago

Perkembangan Teknologi dan Sistem Transportasi Tak Bisa Dibendung

Ramainya perbincangan warganet di media sosial terkait rencana kehadiran Bajaj di Papua mendapat tanggapan dari…

12 hours ago

DPRP Papeg Minta Maaf Tidak Turun Langsung Ke Masyarakat Dalam Situasi Konflik

Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan meminta maaf kepada keluarga korban dan korban terdampak…

13 hours ago