Categories: BERITA UTAMA

Pegiat Lingkungan Kecewa Satwa Dilindungi Dijual Pada Pembukaan KMAN

JAYAPURA – Upaya para pegiat lingkungan untuk mensterilkan event Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) dari  ekploitasi burung Cenderawasih pupus. Ini setelah moment kebangkitan bagi masyarakat adat ini terlihat banyak asesoris dari burung Cenderawasih yang justru diperjualbelikan.

Ada yang menjual di lapak stand tenda, namun ada juga yang berkeliling sambil menjajakan burung cenderawasih dalam keadaan beku. “Kami prihatin saja sebab ada sejumlah upaya yang kami lakukan agar pagelaran ini benar- benar memberi edukasi bagi kontingen daerah lain bahwa Cenderawasih adalah satwa yang dilindungi dan memiliki filosofi tapi ternyata masih ada yang menjual terang – terangan,” kata Ronny Stanley dari Rumah Bakau Jayapura.

Ia menjelaskan ada upaya advokasi atau pesan moril yang sengaja dimasivekan dengan memberi pesan bahwa KMAN harus benar- benar beradat dan bermartabat. Termasuk bagaimana menjaga kearifan lokal. Cenderawasih merupakan satwa dilindungi undang – undang namun masih ada yang memanfaatkan moment tersebut untuk mencari keuntungan. “Untuk satu mahkota Cenderawasih dijual Rp 1,5 juta tapi ada juga yang di lapak – lapak dijual Rp 3 juta. Kami prihatin dengan kondisi ini,” beber Ronny.

Senada disampaikan oleh Terry Anderson yang ikut dalam kampanye penyelamatan Cenderawasih namun belum berhasil. “Kami juga sudah ingatkan panitia untuk memastikan tidak ada satwa dilindungi yang diperjual belikan tapi mungkin kejadian ini tidak diketahui oleh panitia melainkan oknum warga,” jelas Terry.

Ia berharap di hari berikut, panitia bisa lebih aktif mengawasi penjualan bagian tubuh satwa dilindungi ini. “Itu harapan kami, ada kebanggaan bagi kami ketika mahkota hanya digunakan oleh sosok yang memang layak disebut tokoh dalam adatnya, tapi bukan justru dibuat murahan karena dijual seperti itu,” imbuhnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Wali Kota: Awasi Pembangunan di Kawasan Rawan Bencana!

  Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…

20 hours ago

Jangan Biarkan Warga Sipil Jadi Korban Konflik

  Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…

21 hours ago

Layanan Publik Harus Tepat Waktu dan Bebas Pungli

   Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…

1 day ago

Pemprov Bentuk Tim Aset Untuk Tangani Sengketa Tanah

  Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…

1 day ago

Perkuat Tata Kelola Daerah, Pemprov Bentuk Tiga OPD Baru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…

1 day ago

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

1 day ago