Selain itu, ALDP melalui direkturnya mendesak pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten menyusun skema kontingensi untuk menangani para pengungsi bukan saja terkait peristiwa Distrik Kembru tetapi juga akibat dari peristiwa konflik besenjata yang terjadi sebelumnya.”TNI POLRI dan TPNPB OPM berhenti menargetkan warga sipil dengan mestigma,terror, intimidasi, hingga penganiayaan dan penembakan yang menyebabkan kematian,luka-luka dan pengungsian,” tegas Anum.
ALDP juga meminta pemerintah pusat melakukan review kebijakan keamanan agar wilayah-wilayah yang sebelumnya aman dan damai tidak menjadi wilayah konflik bersenjata antara TNI POLRI dan TPNPB OPM.Terakhir, pemerintah diminta untuk menghentikan penanganan penyelesaian secara parsial terkait konflik bersenjata dengan menggelar dialog untuk menyelesaikan permasalahan Papua secara komprehensif dan mendasar. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…