Categories: BERITA UTAMA

Pos TNI Diserang Dua Orang Tewas Dibakar

JAYAPURA– Gangguan Kamtibmas beberapa pekan terakhir memanas. Yang terbaru pos pengamanan TNI AD di Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, diserang dan dibakar oleh kelompok yang mengatasnamakan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kejadian ini terjadi Sabtu (21/2) sekitar pukul 12.30 WIT. Pos tersebut disebutkan melakukan pengamanan terhadap aktivitas pekerja PT Kristalin yang bergerak di bidang pertambangan di wilayah Nabire.

Akibat insiden itu, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan ditemukan dalam kondisi hangus terbakar. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, membenarkan adanya penyerangan dan pembakaran pos tersebut.

“Iya benar telah terjadi penyerangan dan pembakaran Pos Kamtibmas di Kampung Biha yang menyebabkan dua orang meninggal dunia,” ujar Tri Purwanto saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, aparat keamanan dan penegak hukum telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan serta penanganan awal. Berdasarkan laporan sementara, situasi di wilayah tersebut saat ini sudah dalam keadaan kondusif dan terkendali.

“Saat ini situasi keamanan sudah kondusif. Aparat masih melakukan pengumpulan keterangan dari para saksi serta menunggu hasil identifikasi korban,”jelasnya.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa Satgas Damai Cartenz bersama Polres Nabire langsung merespons laporan kejadian dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengevakuasi korban.

“Jenazah ditemukan di antara reruntuhan pos dalam kondisi hangus terbakar. Keduanya sudah dievakuasi ke RSUD Nabire untuk dilakukan proses identifikasi dan autopsi,” ujarnya di Jayapura, Minggu (22/2).

Terkait identitas korban, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit. “Kami belum bisa menyampaikan identitas karena proses identifikasi membutuhkan waktu. Kami juga menunggu hasil pemeriksaan penyebab kematian,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap saksi di lokasi, sedikitnya empat orang saksi telah dimintai keterangan. Berdasarkan keterangan para pegawai PT tersebut, penyerangan didahului dengan aksi penembakan. Petugas juga menemukan kendaraan milik perusahaan dengan empat lubang tembakan di bagian depan, tepatnya di kap mesin dan radiator.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Comeone RD!

Persipura harus kerja keras agar tidak kembali tersungkur dari Laskar Badai Pantura. Kendal Tornado FC…

9 hours ago

Tidak Ada Lagi Hutan Tersisa di Papua Selatan untuk Investasi Baru

‘’Untuk saat ini, hutan yang berpotensi untuk itu semuanya sudah digunakan oleh negara. Untuk program-program…

10 hours ago

Wejangan Mantan Pemain, Persipura Harus Cetak Gol Duluan

Stevie yakin mantan klubnya itu bisa mendulang poin di markas Laskar Badai Pantura julukan Kendal…

10 hours ago

Tolak Kenaikan Tarif 3 Komponen Peti Kemas, JPT Gelar Aksi Mogok Kerja

Aksi mogok ini menyebabkan lumpuhnya aktivitas bongkar muat di pelabuhan Merauke. Bahkan dari pantauan media…

11 hours ago

Antisipasi Lonjakan Harga, TPID Sidak ke Bulog dan Pasar Hamadi

Ia menegaskan, pemantauan dilakukan agar tidak terjadi kekosongan stok menjelang hari raya yang dapat memicu…

11 hours ago

Tuntaskan Konflik Batas Adat, Kapolda Papua Tengah Hadir di Kapiraya

Menurut Marthen, ini penting untuk memastikan tidak ada lagi klaim sepihak di kemudian hari serta…

12 hours ago