Categories: BERITA UTAMA

Pos TNI Diserang Dua Orang Tewas Dibakar

Terkait klaim kelompok yang dipimpin Aibon Kogoya yang menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut, polisi menyatakan masih melakukan pendalaman.

“Kami melakukan penyelidikan berdasarkan fakta dan bukti di lapangan, bukan hanya berdasarkan klaim di media sosial. Semua masih dalam proses,” tegasnya.

Mengenai kabar adanya perampasan senjata dan status korban apakah anggota TNI atau bukan, pihak kepolisian juga belum dapat memastikan.

“Untuk identitas korban, kami menunggu hasil dari rumah sakit. Terkait senjata, perlu penyelidikan lebih lanjut. Sebab dari Kepolisian tidak ada anggota yang melakukan penjagaan di PT tersebut,” tambahnya.

Hingga kini, aparat masih melakukan olah TKP dan pemetaan terhadap pelaku. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku yang terlihat berjumlah sekitar tiga orang, namun jumlah pasti masih dalam pendalaman.

“Upaya pengejaran terhadap pelaku juga telah dilakukan setelah proses evakuasi dan pengamanan lokasi selesai,” tutup Kombes Yusuf. Sementara pantauan Cenderawasih Pos di halaman Denintel Jayapura terlihat bendera dikibarkan setengah tiang.

Kabar lain menyebut bahwa personel yang meninggal berpangkat Serda berinisial Ha. Sedangkan satunya lagi adalah warga sipil. Tak lama setelah kejadian ini, muncul video di media sosial pengakuan seorang warga yang melarikan diri melompat ke dalam kali untuk menyelamatkan diri.

Ia terdengar trauma dan berulang kali mengatakan ‘saya tidak tahu’. Meski begitu ia sempat menceritakan bahwa saat terjadi penembakan posisi di lokasi kejadian ada personel TNI yang stanby berjaga dan satu lagi sedang beristirahat.

“Yang jelas kita dikepung dan pos sudah rata dengan tanah, saya lompat ke sungai (kali) dan berendam hampir 1 jam disitu. Satu tidur satu jaga dan saya di tong air dan lompat 50 meter ke dalam air selamatkan diri. Kalau polisi atau tentara ini selamat kenapa saya tidak ketemu di sungai, itu jadi pertanyaan saya,” tutupnya. (rel/ade)

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

KNPB Sebut Tak Ada Integrasi Melainkan Pencaplokan Secara IlegalKNPB Sebut Tak Ada Integrasi Melainkan Pencaplokan Secara Ilegal

KNPB Sebut Tak Ada Integrasi Melainkan Pencaplokan Secara Ilegal

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…

15 hours ago

Program Pembangunan Papua Harus Terintegrasi

“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…

16 hours ago

Papua Dibagi Tiga Zona Pembangunan

“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…

17 hours ago

Otsus Papua Terjebak Kepentingan Elit, Gagal Sejahterakan OAP

Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…

18 hours ago

Perempuan dan Anak Paling Rentan Jadi Korban Konflik

Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…

19 hours ago

Marak Aksi Demo, Wali Kota Gandeng Tokoh Masyarakat dan Adat

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…

20 hours ago