

Pihak keluarga dan massa dari keluarga ketika membentangkan spanduk tuntutan dari kasus mutilasi warga sipil di Timika pada Selasa (24/1) di Pengadilan Militer III/19 Jayapura. Pihak keluarga meminta pelaku dihukum mati. (Gamel/Cepos)
JAYAPURA – Sidang lanjutan kasus mutilasi, Timika yang melibatkan enam anggota TNI memasuki babak akhir. Salah satu terdakwa Mayor HF segera mendapatkan putusan sidang sore ini. Hanya di tengah tengah persidangan, pihak keluarga dan massa ikut mengawal.
Mereka membentangkan spanduk yang berisi tuntutan keluarga korban. HF sendiri didakwa karena menjadi satu terdakwa yang diketahui terlibat dalam rangkaian kasus tersebut. Pihak keluarga juga ngotot jika pelaku harus dihukum mati.
“Kami menganggap Mayor HF ini bagian dari kasus pembunuhan dan mutilasi pada 22 Agustus 2022. Itu adalah kejahatan kemanusiaan yang terencana dan terstruktur sehingga kami minta di pengadilan ini harus bisa membuktikan perbuatan mayor tersebut,”kata perwakilan keluarga, Pale Gwijangge saat ditemui di Pengadilan Militer III/19 Jayapura, Selasa (24/1).
Pale menyebut dari rekonstruksi kasus di Timika terlihat ada keterlibatan perencanaan awal yang melibatkan HF dan apa yang dilakukan anggotanya berdasar perintah komando.
“Aspek hukum harus melihat kesini sehingga hukuman yang kami minta adalah tetap hukuman mati sebab ini bukan kejahatan kemanusiaan biasa. Yang kami kremasi hanya sedikit dari tubuh korban sedangkan yang lain tidak tahu dimana,” bebernya. “Sampai saat ini kami tidak akan menerima jika tidak setimpal. Mereka punya anak dan istri dan yang dilakukan sangat keji,”tutup Pale. (Ade/gin)
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…