

Masa aksi dari Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) Kota studi Jayapura saat mengelar mimbar bebas di di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Rabu (22/1). Foto: Jimi/Cepos
JAYAPURA – Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) Kota studi Jayapura kembali turun ke jalan meminta pemerintah menghentikan investasi dan pendoropan pasukan militer masuk di Tanah Papua. Hanya saja jika selama ini aksi dengan isu serupa umumnya diikuti ratusan orang dan dianggap mengkhawatirkan namun pada aksi siang ini hanya terlihat beberapa orang.
Bentuk protes tersebut dilakukan di Lingkaran Abepura sambil membawa poster beragam tulisan, di antaranya: Salibkan Natalis Pigai dan Bahlil, Kami bisa hidup tanpa investasi, Lawan ketidakadilan di tanah ini, Kami Makan Sagu, Ubi Bukan Sawit hingga mempertanyakan apakah Menteri HAM masih tidur di hotel bintang lima kah?.
Kepada Cenderawasih Pos penangung jawab aksi Arius Siep (21) mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai bentuk sikapa moral dan politik, terhadap situasi kemanusiaan di Tanah Papua saat ini. Menurutnya pendoropan militer serta masuknya investasi yang terus terjadi di Tanah Papua oleh pemerintah pusat merupakan suatu bentuk penjajahan secara langsung kepada masyarakat Papua.
“Ini adalah bentuk penjajahan secara tidak langsung kepada masyarakat Papua. Kenyataannya masih banyak kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di tanah ini (Papua),” kata Arius Siep. Dikatakan bahwa investasi saat ini di tanah Papua tidak untuk membuat orang Papua bahagia, tetapi untuk menindas.
Karena itu ia menilai, kehadiran perusahaan justru mengancam masa depan masyarakat Papua. Karena itu, mahasiswa menegaskan sikap penolakan terhadap investasi yang dianggap hanya membawa kerugian sosial maupun lingkungan.
Page: 1 2
Pengawasan dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Pertamina dan Dinas Energi dan…
Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…
Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…
Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…
Karnaval yang diikuti berbagai instansi dan paguyuban Nusantara ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat…
Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…