Categories: BERITA UTAMA

Lokasi PSN Dipalang Gunakan Salib

Selain itu dengan ditanamnya salib merah berarti peringatan dan deklarasi konflik. Jadi Jika salib merah dilanggar, itu berarti pihak yang melanggar sengaja menciptakan konflik atau perang dengan masyarakat adat. Dari ketiga poin diatas salib merah juga memiliki arti sebagai perlindungan ruang hidup seperti tanah marga, makam, sumber daya dan ini tanda bahaya dan upaya perlindungan menyeluruh.

Komnas HAM RI kata Tedy dalam hasil pemantauan mereka terkait PSN merauke sejak tahun 2024- 2025 telah menemukan berbagai pelanggaran HAM antara lain: diabaikannya prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (Free, Prior and Informed Consent/FPIC), tidak diakuinya hak-hak ulayat masyarakat adat, berkurangnya ruang hidup dan sumber kehidupan masyarakat adat, penggusuran paksa atas lahan masyarakat adat, kerusakan lingkungan dan budaya lokal, keterlibatan aparat keamanan dalam pelaksanaan PSN Merauke di Wanam.

Kata Tedy, LBH Papua Merauke menilai bahwa apa yang terjadi kepada masyarakat Adat di Wanam diduga kuat melanggar pasal 385 ayat 1 KUHP. LBH Papua Merauke menegaskan bahwa keberadaan masyarakat adat termasuk masyarakat adat wanam yang didalamnya terdapat marga Moyuwend, Kahol, Basik-basik, Balagaize dan Gebze diakui dalam Konstitusi 1945 Pasal 18B ayat 2 dan juga UU Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua Pasal 43 dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Dengan melihat sikap dan aksi masyarakat Adat tersebut sertai berbagai pelnggaran yang ada. maka LBH Papua Merauke bersama-sama dengan Solidaritas Merauke mendesak,pertama, pemerintah dan PT. Jhonlin Group Wajib menghormati aksi salib merah dan sasi adat yang dilakukan oleh masyarakat Adat Wanam.

Kedua, pemerintah dan perusahaan segera menghentikan semua aktivitas pembukaan lahan untuk Jalan, bandara dan dermaga atau diseluruh teritori masyarakat adat kampung Wanam di distrik Ilwayab.

Tiga, tarik semua alat berat dari seluruh wilayah masyarakat Adat Wanam dan wajib kosongkan wilayah adat. Keempat, pemerintah wajib memulihkan dan merehabilitasi semua kerusakan hutan, rawa, tanah dan dusun tempat masyarakat mencari makan yang telah dirusak dan dihancurkan menggunakan alat Berat PT. Jhonlin Group.

Page: 1 2 3 4 5

Juna Cepos

Recent Posts

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak 10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak 

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

1 day ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

1 day ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

1 day ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

2 days ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

2 days ago

KNPI Harus Bangkit dengan Semangat Kemerdekaan

  Menurutnya, setelah tiga tahun mengalami kevakuman, KNPI Kota Jayapura dengan kepengurusan baru tidak boleh…

2 days ago