

Robert Awi (foto;Mboik Cepos)
JAYAPURA– Nama Robert Awi yang sebelumnya masuk dalam bursa pencalonan Walikota Jayapura 2024 belakangan ini tak lagi terdengar. Padahal sosok ini terlihat lebih mantap diawal dengan langsung menunjukkan pasangannya DR. Mansur. Bahkan pasangan ini telah memiliki singkatan dengan sebutan Romans atau Robert Mansur.
Robert mengatakan, dirinya batal maju itu karena kesepakatan dengan seluruh masyarakat adat yang diwakili oleh para ondoafi yang ada di wilayah Port Numbay dan sebagai masyarakat adat iapun menghormati hal tersebut. Meski sebelumnya musim perburuan partai juga membuat hampir semua pasangan calon kelimpungan.
Bukan hanya karena survey yang dibuat berlapis tetapi juga mahar yang tidak sedikit. Bahkan kabarnya para kandidat harus bisa membayar di atas Rp 1 miliar untuk satu kursi sehingga bisa dibayangkan berapa miliar yang harus disiapkan para kandidat untuk meminang satu partai politik.
Robert memastikan dirinya tidak mencalonkan diri dalam bursa pemilihan calon kepala daerah Walikota Jayapura dan mengalihkan dukungannya kepada ketua DPRD kota Jayapura, Abisai Rollo (ABR).
“Tidak lagi maju dan dukungan hak kesulungan tidak boleh jatuh ke tangan orang lain. Jadi orang-orang tua putuskan saya harus mengalah dan serahkan itu kepada Abisai Rollo”kata Robert Awi, Selasa (20/8).
Bahwa yang menjadi walikota Jayapura harus orang asli Port Numbay karena itu ia berharap masyarakat adat Port Numbay juga sudah merapatkan barisan mendukung untuk mendukung satu pasangan calon yakni Abisai Rollo. Pendukung Romans juga diminta agar tidak terpecah dan tetap memberikan suaranya kepada putra daerah.
“Kami juga berharap ABR bisa dan pasangannya mengemban tugas dan tanggung jawab itu sebagaimana mestinya dan sesuai dengan harapan masyarakat,” tambah Robert.
“Jadi karena orang-orang tua yang perintah jadi kami tidak bisa paksakan diri, mereka sudah bicara kasih kepada pak Abi, ya sudah saya mundur,” tutup Robert.(roy/ade).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Direktur Polairud Polda Papua, Kombes Pol. Dr. Tri Setyadi Artono, menjelaskan, peristiwa tersebut pertama…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes, mengatakan pihaknya mendapat instruksi…
Dialog yang berlangsung di dalam Lapas membahas sejumlah isu strategis penyelenggaraan pemasyarakatan di Papua,…
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya akuntabilitas…
"Puskesmas-puskesmas sudah siap melayani masyarakat yang ingin melakukan CKG namun hingga akhir bulan Juni…
Peristiwa keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SMA Negeri 5 Jayapura dan juga…